Arsip

Archive for Juli, 2010

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN

PROPOSAL PENELITIAN

Iklan
Kategori:Uncategorized

KASIH SAYANG IBU

THERE ARE MANY MOTHERS WHO LOVE THEIR CHILDREN. THEY GIVE YOU THEIR SMILE FOR YOU FROM THE DEEPEST HEART……..

Kategori:Uncategorized

UMMII, ABII WA ZAUJATII (USROTII)

WEDDING PARTY IN CABEAN KULON TENGARAN……..

YOU CAN SEE MY LOVELY MOTHER, MY LOVELY WIFE AND MY LOVELY FATHER….

I LOVE THEM SO MUCH……

PROTECT US YAA ALLOOH YAA ROHMAN YAA ROHIM……….

Kategori:Uncategorized

TPQ NURUZ ZAHROH (Foto bersama anak-anak)

FOTO BERSAMA ANAK-ANAK SANGAT MENYENANGKAN DAN MEMBUAT KEBAHAGIAAN TERSENDIRI.

Taman Pendidikan Al-Qur’an Nuruz Zahroh adalah sebuah lembaga pendidikan alqur’an terCANGGIH di desa Kembang Arum

Kategori:Uncategorized

RPP PBA STAIN SALATIGA

RPP

Kategori:Uncategorized

ISTRI SHOLIHAH

ISTRI SOLEHAH YANG SENANTIASA BERSYUKUR

Saya ingin menyingkap kembali sejarah Nabi Ibrahim sewaktu baginda menziarahi menantunya. Pada waktu itu, puteranya, Nabi Ismail tidak di rumah sedangkan isterinya belum pernah bertemu bapak mertuanya, yaitu Nabi Ibrahim.
Setelah sampai di rumah anaknya itu, terjadilah dialog antara Nabi Ibrahim dan menantunya.

Nabi Ibrahim : Siapakah kamu?
Menantu : Aku isteri Ismail.
Nabi Ibrahim : Di manakah suamimu, Ismail?
Menantu : Dia pergi berburu.
Nabi Ibrahim : Bagaimanakah keadaan hidupmu sekeluarga?
Menantu : Oh, kami semua dalam kesempitan dan (mengeluh) tidak pernah senang dan santai.
Nabi Ibrahim : Baiklah! Jika suamimu pulang, sampaikan salamku padanya. Katakan padanya, tukar tiang pintu rumahnya (sebagai kiasan supaya menceraikan istrinya).
Menantu : Ya, baiklah.

Setelah Nabi Ismail pulang dari berburu, isterinya terus menceritakan tentang orang tua yang telah singgah di rumah mereka.
Nabi Ismail : Apakah ada yang ditanya oleh orang tua itu?
Isteri : Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.
Nabi Ismail : Apa jawabanmu?
Isteri : Aku ceritakan kita ini orang yang susah. Hidup kita ini selalu dalam kesempitan, tidak pernah senang.
Nabi Ismail : Adakah dia berpesan apa-apa?
Isteri : Ya ada. Dia berpesan supaya aku menyampaikan salam kepadamu serta meminta kamu menukar tiang pintu rumahmu.
Nabi Ismail : Sebenarnya dia itu ayahku. Dia menyuruh kita berpisah. Sekarang kembalilah kau kepada keluargamu.

Ismail pun menceraikan isterinya yang suka menggerutu, tidak bertimbang rasa serta tidak bersyukur kepada takdir Allah S.W.T. Sanggup pula menceritakan rahasia rumah tangga kepada orang luar.

Tidak lama sesudah itu, Nabi Ismail kawin lagi. Setelah sekian lama, Nabi Ibrahim datang lagi ke Makkah dengan tujuan menziarahi anak dan menantunya. Terjadi lagi pertemuan antara mertua dan menantu yang saling tidak mengenali.
Nabi Ibrahim : Dimana suamimu?
Menantu : Dia tidak dirumah. Dia sedang berburu.
Nabi Ibrahim : Bagaimana keadaan hidupmu sekeluarga? Mudah-mudahan dalam kesenangan?
Menantu : Syukurlah kepada Tuhan, kami semua dalam keadaan sejahtera, tiada kekurangan.
Nabi Ibrahim : Baguslah kalau begitu.
Menantu : Silakan duduk sebentar. Boleh saya hidangkan sedikit makanan.
Nabi Ibrahim : Apa pula yang ingin kamu hidangkan?
Menantu : Ada sedikit daging, tunggulah saya sediakan minuman dahulu.
Nabi Ibrahim : (Berdoa) Ya Allah! Ya Tuhanku!Berkatilah mereka dalam makan minum mereka. (Berdasarkan peristiwa ini, Rasulullah beranggapan keadaan mewah negeri Makkah adalah berkat doa Nabi Ibrahim).
Nabi Ibrahim : Baiklah, nanti apabila suamimu pulang, sampai- kan salamku kepadanya. Suruhlah dia menetapkan tiang pintu rumahnya (sebagai kiasan untuk melanggengkan isteri Nabi Ismail).

Setelah Nabi Ismail pulang dari berburu, seperti biasa dia bertanya sekiranya siapa yang datang mencarinya.
Nabi Ismail : Ada sesiapa yang datang sewaktu aku tidak di rumah?
Isteri : Ya, ada. Seorang tua yang baik rupanya dan perwatakannya sepertimu.
Nabi Ismail : Apa katanya?
Isteri : Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.
Nabi Ismail : Apa jawabanmu?
Isteri : Aku nyatakan kepadanya hidup kita dalam keadaan baik, tidak kekurangan apapun, Aku ajak juga dia makan dan minum.
Nabi Ismail : Adakah dia berpesan apa-apa?
Isteri : Ada, dia berkirim salam buatmu dan menyuruh kamu melanggengkan tiang pintu rumahmu.
Nabi Ismail : Oh, begitu. Sebenarnya dialah ayahku. Tiang pintu yang dimaksudkannya itu ialah dirimu yang dimintanya untuk aku langgengkan.
Isteri : Alhamdulillah, syukur.

Bagaimana pandangan pembaca tentang petikan sejarah ini? Saya rasa sejarah ini sungguh menyentuh jiwa. Anda juga tentu merasa dan mengalami sendiri ujian hidup berumahtangga yang senantiasa memerlukan kesabaran.

Berpandukan sejarah tersebut, saya tegaskan kepada diri sendiri bahwa isteri solehah itu sepatutnya ? sabar di hati dan syukur pada wajah?. Dari sini akan terpancar ketenangan setiap kali suami berhadapan dengan isteri salehah. Isteri salehah tidak cerewet dan tidak mudah menggerutu. Isteri salehah hendaklah senantiasa bersyukur dalam keadaan senang maupun susah supaya Allah tambahkan lagi rahmat-Nya seperti firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku tambahkan nikmat-Ku kepadamu. Dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku amat pedih. ” (Surah Ibrahim, ayat 7)

Untuk menambahkan kegigihan kita berusaha menjadi isteri salehah, ingatlah hadis Rasulullah yang artinya: “Sampaikanlah kepada sesiapa yang engkau temui dari kaum wanita, bahwasanya taat kepada suami serta mengakui haknya adalah menyamai pahala orang yang berjihad pada jalan Allah, tetapi sangat sedikit sekali golongan kamu yang dapat melakukan demikian. ” (Riwayat Al-Bazzar dan Ath-Thabrani)

Begitulah, untuk menyiapkan diri sebagai isteri salehah, hati kita hendaklah senantiasa dipenuhi dengan kasih sayang rabbani. Contoh teladan yang sepatutnya jadi rujukan kita ialah sejarah kehidupan nabi serta orang saleh.

Kategori:Uncategorized

DESA KEMBANG ARUM YANG INDAH

SALATIGA> Desa Kembang Arum dikelilingi oleh berbagai desa. Di sebelah Timur dibatasi oleh Desa Banjaran, Di sebelah Tenggara dibatasi oleh Desa Karang Alit, Di sebelah Selatan dibatasi oleh Desa Kapling Grogol, Di sebelah Barat dibatasi oleh Desa Dukuh, Di sebelah Utara dibatasi oleh Desa Klaseman.

Memiliki sebuah masjid agung yang sedang dibangun yaitu Masjid Agung NURUZ ZAHROH yang terletak di tengah-tengah desa yaitu di RT 01, sebuah masjid yang bernama Masjid BUSTANUL MUSLIM yang terletak di sebelah lapangan sepakbola tepatnya RT 04, dan sebuah mushola imut yang bernama Musholla Ar-Rohman yang terletak di RT 03.

Pada daerah RT 03 juga terdapat sebuah kampus yaitu Kampus II STAIN Salatiga. Di sebelah baratnya ada Ma’had atau asrama khusus untuk laki-laki bagi mahasiswa STAIN. Juga sebuah Ma’had khusus untuk perempuan yang terletak di RT 06. Sebuah lapangan umum milik pemerintah kota SALATIGA yang terletak di antara RT 01, RT 04 dan RT 05. Ada SMKN 1 Salatiga, SMK PGRI 1 Salatiga dan SMK PGRI 2 Salatiga yang terletak di RT 01.

Kategori:Uncategorized