Arsip

Archive for Juni, 2012

Dimana Allah Tinggal Sebelum Bersemayam di Atas Arasy

  • Bismillahirrahmaanirrahiim.

     Alhamdu lillaah wa asysyukru lillaahi,wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah,.,

    Wash shalaatu was salaamu ‘ala Rasulillaah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam

     Amma ba’du ;

     

    Ikhwaanii Fillaah ‘Azzakumullaahu Jamii’an,.,

     

    Salah satu alasan yang menjadi sumber penulisan  ini ialah ; banyaknya pertanyaan-pertanyaan syubhat dari para ahli al hawa wa al bida’ tentang sifat Allah.

     

    Bahkan terkadang suatu pertanyaan tidak cukup dijawab di forum diskusi,

    sehingga perlu diberikan jawaban yang lebih luas dalam wujud artikel tersendiri.

     

    Walhamdulillaah.

     

    Banyak pertanyaan dan ungkapan yang telah MEROBEK dan MENGGOYAHKAN KEIMANAN

    KAUM MU’MIN YANG MASIH AWAM,yaitu tentang tuduhan adanya kesamaan antara konsep Tauhid dengan

    teologi Trinitas Kristiani,

     

    Alhamdulillah sudah ditulis (tetapi belum dipublikasikan).

     

    Dan kini ada lagi pertanyaan dari para perambah negeri ” DUMAY = DUNIA MAYA ” tentang ;

     

    “ tempat tinggal” Allah Ta’ala.

     

     

     Diantara isi lengkap pertanyaan adalah sebagai berikut:

    “ Saya mau tanya  ;” Apakah benar Allah Ta’ala Ada di Langit” ).

    Kalau memang Allah ada (bersemayam) di langit atau di atas Arsy, lalu dimanakah Allah  tinggal sebelum Arasy dan langit diciptakan oleh Allah ?.Apa mungkin Allah berpindah tempat ?.

    Sedangkan yang saya tahu, itu sangat mustahil! Tolong beri penjelasan yang masuk akal !”.

     

     

     

    Kalau kita amati bersama si penanya merasa ragu (atau tidak yakin), bahwa Allah Ta’ala ada di atas langit,

    seperti yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur’an maupun Sunnah.

     

    Sebagai alasan dari keraguan itu,dia melontarkan pertanyaan seputar “ dimana Allah tinggal ”

    sebelum Dia menciptakan langit dan Arsy.

     

    Seperti yang selalu dilontarkan oleh para ahli al hawa wa al bida’ semisal orang yang berinisial akun fb ;

    Mnr Canada,Qultu Man Ana,Zon Jonggol dan orang-orang yang seaqidah dengan mereka yang

    mengaku dirinya kaum ” ASWAJA ” = ASOSIASI WAJAH JAHMIYAH [ kelompok kaum yang MENDUSTAKAN

    sifat-sifat Allah yang telah Allah dan Rasul-Nya sifatkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah ].

     

    Sebenarnya munculnya pertanyaan-pertanyaan dan perdebatan yang sangat panjang semacam itu

    hanyalah muncul / keluar dari lisan-lisan yang hatinya TIDAK PUNYA IMAN .

     

    Atau fakta dan bukti yang nyata bahwa mereka adalah MANUSIA YANG MENDUSTAKAN / MENGINGKARI

    AYAT-AYAT ALLAH TA’ALA SERTA KEKUASAANNYA,KARENA KESOMBONGAN SEMATA.

     

    Allah Ta’ala Berfirman :

     

     إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آَيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِنْ فِي صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَا هُمْ بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ

     

    السَّمِيعُ الْبَصِيرُ 

     

    ” Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka [ maksudnya ; mereka menolak ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka ], tidak ada dalam dada [ hati ] mereka melainkan hanyalah ( keinginan akan ) kebesaran [ kesombongan ] yang mereka sekali-kali tidak akan pernah mencapainya,maka mintalah perlindungan kepada Allah.Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat “.

     

    وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَلَا الْمُسِيءُ قَلِيلًا مَا تَتَذَكَّرُونَ 

     

    ” Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat,dan juga tidaklah sama orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sungguh sedikit sekali kamu mengambil pelajaran”.

     

    QS.Al Ghafir ; 56 dan 58. 

     

    Dengan memohon karunia Allah, ilmu, dan petunjuk-Nya, mari kita kaji persoalan ini lebih jauh.

     

    Bismillaah,.,

     Ikhwaanii Fillaah ‘Azzakumullaahu Jamii’an,.,

     

    ” Keruwetan Akal Membawa Keruwetan Jiwa “.

     

     

    PERTAMA

    Dalil yang menyatakan bahwa Allah itu ada di atas Arsy setidaknya ada 7 ayat dalam Al Qur’an yang secara qath-i menjelaskan hal itu,berikut rinciannya ;

    Surat Al A’raaf ayat 54, Yunus ayat 3, Ar Ra’du ayat 13, Ar Rahman ayat 5, Al Furqan ayat 59, As Sajadah ayat 4, dan Al Hadid ayat 4.

     

    Allah Ta’ala Berfirman :

     

     

    إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ 

     

    “ Sesungguhnya Rabb  kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy[548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah,Rabb semesta alam “.

    QS.Al A’raf ; 54.

     

    [548]. Bersemayam di atas ‘Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dan kesucian-Nya.

     

    إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ 

     

    “Sesungguhnya Rabb  kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?” .

    QS.Yunus ; 3.

     

    *PERHATIKAN BAIK-BAIK AYAT  DI ATAS *

     

    اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى يُدَبِّرُ الْأَمْرَ يُفَصِّلُ الْآَيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ 

     

    “Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Rabb-mu “.QS.Al Ra’d ; 2.

     

    الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى 

     

    (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arsy “.

    QS.Thaha ; 5.

     

     

    الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرً 

     

    “ Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia “.QS.Al Furqan ; 59.

     

    ) اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ (4) يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ 

     

    ” Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?.

     

     

    ” Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu[1190] “.

    QS.As Sajdah ; 4-5.

     

    [1190]. Maksud urusan itu naik kepada-Nya ialah beritanya yang dibawa oleh malaikat. Ayat ini suatu tamsil bagi kebesaran Allah dan keagungan-Nya.

     

     *PERHATIKAN DAN PAHAMI BAIK-BAIK AYAT DI ATAS *

     

     

    هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ 

     

    ” Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy.Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya [1454]. Dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan “.

    QS.Al Hadid ; 4.

     

    [1454]. Yang dimaksud dengan yang naik kepada-Nya antara lain amal-amal dan do´a-do´a

    hamba.

     

    يخبر تعالى عن خلقه السموات والأرض وما بينهما في ستة أيام، ثم أخبر باستوائه على العرش بعد خلقهن، وقد تقدم الكلام على هذه الآية وأشباهها في سورة “الأعراف (1) بما أغنى عن إعادته هاهنا 

     

     “Allah Taala mengabarkan tentang cipataan-cipataannya langit,bumi dan ciptaan-ciptaan lainnya yang berada diantara langit dan bumi,lalu Dia [ Allah ] mengabarkan BERSEMAYAM-NYA DI ATAS ARSY SETELAH MENCIPATAKAN LANGIT DAN BUMI BESERTA ISINYA.Penjelasan tentang ayat-ayat istiwa dan yang serupa telah dibahas dulu dalam surat Al Araf  dengan mencukupkannya tanpa mengulangnya di sini  

     

    Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 8 hal.8 cetakan Dar Thayyibah thn.1999.

     

    Bahkan dalam Surat Al Baqarah ayat 29 disebutkan: 

     

    هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

     

    ” Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menuju) ke langit,

    lalu dijadikannya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu “.

     

    Sebagai orang Muslim, sebelum kita berpikir masuk akal atau tidak, semestinya harus mengimani ayat-ayat ini.

     

    Kalau tidak demikian, berarti kita membuat syarat-syarat dalam keimanan kita. Misalnya, kalau masuk akal diimani, kalau tidaak masuk akal ditolak. Janganlah demikian, sebab hal itu dianggap tidak tulus dalam beragama.

     

    KEDUA

    Dalam ajaran Islam banyak perkara yang bersifat ghaib. Ghaib bisa karena waktu (misalnya peristiwa-peristiwa di masa lalu, atau di masa depan).

     

    Ghaib bisa karena ruang (misalnya letaknya sangat jauh, atau sangat kecil, sehingga tak tampak oleh penglihatan normal).

     

    Ghaib juga bisa karena wujudnya (misalnya ada makhluk halus yang tak tampak, padahal mereka ada dan eksis, seperti jin, Malaikat, ruh, dll.).

     

    Di antara perkara ghaib itu ada yang Allah ajarkan, dan ada pula yang tidak Dia ajarkan.

    Contoh, hanya sebagian saja dari ribuan Nabi dan Rasul yang disebutkan kisahnya dalam Al Qur’an  dan As Sunnah.

     

    Terhadap berita-berita yang Allah ceritakan, ya kita imani; adapun yang tidak Dia ceritakan, kita menahan diri untuk tidak masuk ke wilayah itu, agar tidak  menjadi sesat karenanya. Na’uudzu billaahi min dzaalik.

     

    Informasi atau ilmu tentang dimana posisi Allah Ta’ala sebelum Diri-Nya menciptakan langit dan Arasy,

    adalah termasuk hal-hal sangat ghaib yang tidak diceritakan dalam Kitab-Nya dan Sunnah Rasul-Nya.

     

    Kalau terhadap kisah Nabi-nabi tertentu yang tidak dikisahkan dalam Al Qur’an, kita mau menahan diri untuk tidak mengorek-ngorek kisah seperti itu; lalu bagaimana mungkin kita akan mempertanyakan posisi Allah sebelum Dia menciptakan langit dan Arasy ?.

     

    Apa perlunya ?,kalau misalnya kita sudah tahu, apakah itu bisa meningkatkan keimanan, atau membuat akal justru semakin liberal dengan fantasi-fantasi ala Bani Israil lainnya ?.

     

    Tidak adanya informasi yang mendetil tentang keberadaan Allah sebelum menciptakan Arsy adalah termasuk batu ujian keimanan buat semua insan.

     

     

    KETIGA

     Dalam Al Qur’an atau As Sunnah dijelaskan, bahwa Allah Ta’ala bersemayam di atas Arsy.

    Arsy itu ada di atas langit yang ke-7.

     

    Bagaimana cara Allah bersemayam di atas Arsy,hal itu merupakan perkara ghaib.

     

    Kita tidak boleh mengatakan ; Allah disana “duduk”, “berdiri”,“menempel”,“mengambang”, dll.

    Karena memang semua itu tak dijelaskan oleh-Nya dan oleh Nabi-Nya Shallalalahu ‘Alaihi Wasallam.

     

    Termasuk pertanyaan; apakah Arsy itu berupa ruang, udara kosong, dimensi nihil, atau apapun ?.

    Semua itu tidak usah dipikirkan dan ditanyakan.

     

    Dengan sendirinya,jika Istiwa’ Allah di atas Arsy tak usah ditanyakan, maka bagaimana keadaan Allah sebelum menciptakan Arsy, lebih tak perlu ditanyakan lagi.

     

     

    KEEMPAT

    Munculnya pertanyaan,dimana Allah sebelum Dia menciptakan langit dan Arsy, hal ini lahir karena

    kesalahan berpikir sangat fatal, yaitu sejak awal sudah mempersepsikan Allah seperti makhluk.

     

    Misalnya;suatu saat kita melihat seekor burung hinggap di pohon depan rumah.

    Maka pikiran logis kita akan segera bergerak: “ Dari mana nih burung?,Kok pagi-pagi sudah nongol di depan rumah?”.

     

    Nah, untuk makhluk, kita bisa berpikir seperti itu, karena makhluk terikat oleh hukum-hukum Sunnatullah yang berlaku atasnya.

     

    Dalam masalah makhluk kita selalu berpikir ; “ darimana ini ”, “ akan kemana ”, “ nanti menjadi apa ”,

    “ prosesnya bagaimana ”, dll. 

     

    Tetapi untuk Allah Ta’ala, Dia terbebas dari semua ikatan-ikatan hukum yang berlaku pada makhluk-Nya.

     

    Allah Ta’ala Berfirman :

     

     فَلَا تَضْرِبُوا لِلَّهِ الْأَمْثَالَ إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ 

     

    ” Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah [ menyamakan Allah dengan makhluknya ].

    Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui “.

     

    QS.An Nahl ; 74.

     

     لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

     

    ” Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat “.

     

    QS.Asy Syuura’ ; 11.

     

    Kalau manusia memanjat,dia akan menjadi tinggi,kalau terjun ke bawah,akan menjadi rendah,

    kalau berlari akan menjadi cepat,kalau diam diri dia tak bergerak,kalau kehujanan akan merasa dingin,

    kalau tertimpa terik sinar matahari akan kepanasan dll.

     

    Manusia atau makhluk terikat hukum-hukum demikian.Tetapi Allah Ta’ala tidak terikat semua itu.

    Dia adalah Sang Maha Kuasa Di Atas Segalanya bisa berbuat apapun yang Dia inginkan,sehingga ada ayat Al Qur’an yang berbunyi:

     

    “ Idzaa araada syai’an an yaquula lahuu kun fa yakuun ”.

     ” Kalau Dia menginginkan sesuatu, tinggal mengatakan “ kun ” maka jadilah apa yang Dia inginkan itu).

     

    Bersemayamnya Allah di atas Arsy adalah bagian dari kehendak-Nya. Dia ingin apapun dan bagaimanapun,

    itu hak Dia sebagai Pencipta alam semesta dan kehidupan.

     

    Kita sebagai manusia tak punya hak mencampuri urusan Rububiyyah-Nya. Misalnya, sebelum menciptakan langit dan Arsy, Allah berkehendak demikian dan demikian, maka semua itu hak-Nya belaka.

     

    Kita tak bisa menolak atau mencampuri. Bila makhluk terikat oleh dimensi-dimensi, maka Allah tak terikat apapun. Dia mandiri dan independen. “ Allahush Shamad ” (Allah tempat bergantung  semua makhluk).

     

    KELIMA

     Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa ada kalanya dalam diri manusia timbul pikiran-pikiran aneh karena bisikan syaitan.

     

    Misalnya dia berpikir,bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah. Lalu siapa yang menciptakan Allah ?.

    Nabi menasehatkan, kalau ada bisikan-bisikan seperti itu, seorang Muslim cukup mengatakan:

    “ Amantu billahi wa bi Rusulihi” (aku beriman kepada Allah dan kepada Rasul-rasul-Nya).

    HR. Imam Ahmad.

     

    Dzat Allah sangat berbeda dengan makhluk-Nya. Allah menciptakan,tetapi tidak membutuhkan diciptakan.

    Allah adalah Awal,tetapi tanpa diawali.

     

    Dia ada, tanpa diadakan. Dia adalah Akhir, tetapi tanpa diakhiri. Allah bisa membolak-balikkan siang dan malam,

    gelap dan terang, panas dan dingin, sesuka diri-Nya.

     

    Jadi kita tidak perlu bertanya ; “ Siapa yang menciptakan Allah ? ”.

    Sebab logika demikian hanya berlaku bagi makhluk-Nya. Allah Ta’ala ada tanpa diadakan, Dia kuasa tanpa diberi kekuasaan, Dia mencipta tanpa pernah terciptakan.

     

    Dia bisa membolak-balikkan dimensi-dimensi tanpa berkurang sedikitpun Kemuliaan dan Keagungan-Nya.

    Dia Tinggi tanpa ada yang lebih tinggi dari-Nya, Dia bisa turun tanpa menjadi lebih rendah. Allah tidak terikat sifat-sifat makhluk-Nya.

     

    Kalau manusia mencari hal-hal di luar semua itu, ingin menerobos hakikat-hakikat seputar Sifat Rubibiyyah Allah; demi memuaskan hawa nafsu akalnya, jelas dia akan binasa. Na’udzubillah min dzalik.

     

    Ketahuilah, akal manusia dibatasi oleh hukum-hukum yang berlaku di alam semesta (universe). Sedangkan Allah bebas dari semua hukum-hukum itu. Sekali-kali, jangan memahami Allah dengan ukuran-ukuran makhluk-Nya.

     

    KEENAM

     Ada logika yang diyakini sebagian orang ;“ Kalau Allah di atas Arsy, lalu dimana Dia sebelum Arsy itu diciptakan ?”.

     

    Apakah Dia sebelumnya berada di suatu “ tempat ”, kemudian pindah ke atas Arsy?.

    Mungkinkah Dzat Allah berpindah-pindah?, Sungguh mustahil.

     

    Logika demikian kan sangat kelihatan kalau si penanya berpikir dalam dimensi makhluk.

    Dia ingin memahami Allah dengan persepsi makhluk. Sebenarnya, Allah mau mengambil “ posisi ” dimanapun, itu hak Dia.

     

    Andaikan Allah tidak menunjuki diri-Nya di atas Arsy, tidak ada masalah bagi-Nya.

    Tetapi karena kasih-sayang Allah, di atas Keghaiban-Nya, Dia ingin memudahkan manusia memahami keghaiban itu,

    maka Dia berkehendak istiwa’ di atas Arsy.

     

    Dengan demikian, manusia mendapati satu kemudahan ketika ditanya “aina Allah” (dimana Allah).

    Maka kita bisa menjawab secara pasti: Fis sama’i ‘alal Arsy (di langit, di atas Arsy).

     

    Mungkinkah Allah berpindah-pindah dari satu posisi ke posisi lain?.

    Mula-mula, Anda harus bebaskan Dzat Allah dari ikatan-ikatan yang berlaku atas makhluk-Nya.

    Makhluk dibatasi oleh dimensi-dimensi, sedangkan Allah bebas dari semua itu. Kemudian, ingat selalu bahwa Allah memiliki Sifat Iradah (Maha Berkehendak).

     

    Kalau Allah berkehendak berbuat sesuatu, tidak ada satu pun yang mampu menghalangi-Nya. Seperti sebuah doa yang diajarkan oleh Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam:

     

    Allahumma laa mani’a li maa a’thaita, wa laa mu’thiya li maa mana’ta

     

    “Ya Allah, tidak ada yang sanggup menolak apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang bisa menerima apa yang Engkau tolak”.

     

    Jika demikian, lalu bagaimana insan-insan yang lemah, otak-otak yang bodoh, dan hawa nafsu yang meluap-luap ini, hendak menolak Sifat-sifat Allah ?.

     

    Itulah bahayanya, cara-cara Ta’wil  [ menyelewengkan makna ] itu nantinya kerap kali menjadi jalan untuk mengingkari Sifat-sifat Allah.

     

    Mulanya Ta’wil, lama-lama menjadi Jahmiyyah atau Zindiqah (atheis). Na’udzubillah wa na’udzubillah min kulli dzalik.

     

    KETUJUH

     Para ulama sering mengatakan : “ tafakkaruu fi khalqillaah wa laa tafakkaruu fi dzatillaah ”;

     

    ” Silakan berpikir tentang ciptaan Allah, namun jangan berpikir tentang Dzat-Nya”.

     

    Ungkapan seperti ini tidak mengada-ada. Bukannya manusia tak boleh berpikir tentang Allah,

    tetapi otaknya tak akan bisa memahami Dzat Allah dengan segala Sifat-Nya.

     

    Dalam Surat Al A’raaf ayat 143, Musa ‘Alaihissalam pernah meminta ingin melihat Dzat Allah. Kemudian Allah berkata kepada Musa : “ Lan taraniy ” ; “engkau tak akan sanggup melihat-Ku”.

     

    Lalu Allah memperlihatkan diri-Nya kepada gunung, seketika itu gunung tersebut hancur berkeping-keping

    karena takut kepada Allah. Melihat gunung hancur, Musa langsung pingsan.

     

    Hal ini merupakan batas demarkasi sifat kebebasan manusia dalam mendayagunakan potensi dan kekuatan nalarnya. Manusia tak boleh melebihi ambang demarkasi itu, agar otak dan kehidupannya tidak menjadi binasa. Nas’alullaaha al ‘afiyah.

     

    Singkat kata, dimana kedudukan Allah sebelum menciptakan langit dan Arsy,semua itu adalah keghaiban belaka.

    Sama ghaibnya dengan bagaimana keadaan Allah beristiwa’ di atas Arsy.

     

    Kita tidak dibebani kewajiban untuk menelisik masalah-masalah seperti itu.

    Akal kita tak akan sampai pada kebenaran hakiki dalam hal seperti ini, kecuali kelak kita bisa tanyakan semua itu kepada Allah Ta’ala di Akhirat nanti (dengan syarat, harus masuk syurga dulu).

     

    Dalam pertanyaan seperti ini tak ada penjelasan yang bisa memuaskan akal secara sempurna,kecuali akal orang-orang beriman yang rela mengimani Kitabullah dan As Sunnah Rasul-Nya,serta tidak menjadikan otaknya sebagai sumber hukum dan agama, dalam kehidupan ini.

     

    Semoga bermanfaat, berkenan, dan mendapat barakah dari Allah Ta’ala..,.

    Allaahumma Aamin.,.Yaa Mujib As Saailiin Walhamdulillaahi Rabbil ‘alamiin.

     

    Wallaahu A’lam Wa Huwa Al Musta’aan.,.,

     

    Riyadh,.,

     

    Selasa,.,6 Sya’ban 1433 H 

    26 Juni 2012 M.

     

    Shohib Al Hussein [ Abu Faza ].


     Suka ·  · Bagikan

    • 24 kali dibagikan
      • Abu Faza Para Tukang TA’WIL semizal Makhluk yang berjenis seperti empunya akun ” Qultu Man Ana ,Aqil Fikri,Mnr Canadal Sayyidul Istighfar”
        adalah jenis makhluk yang hobinya meniti jalan kesesatan 
        kaum Yahudi yang sukanya MERUBAH,MENDUSTAKAN DAN MENTA’WIL [ MENYELEWENGKAN ] Ayat-Ayat Ilahi.

        Itu bukti BAHWA HATI JENIS MAKHLUK SEMISAL ” Qultu Man Ana “
        HATI YANG TIDAK PUNYA RASA KEIMANAN PADA AL QUR’AN.

        Allah Ta’ala Berfirman :

        أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ 

        يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ (75)

        ” Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya [ iman ] kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui ?”

        QS.Al Baqarah ; 75.

        Hati ” Qultu Män Änà ” adalah hati yang sakit atau mungkin juga

        TELAH HITAM MEMBUSUK,.,

        Allaahu Al Musta’aan,.,

        Kemarin jam 4:49 · Suka · 4
      • Qultu Män Änà BINGUNG Y ENTE……..;d…..itu pertanyaan juga dari ayat lo.allaohu kholiqu kulli syain: allah menciptakan segala sesuatu [qs azzumar 62] nah adanya allah tdk tergantung pada ciptaan,dan ada walaupun tdk ada ciptaan…sifat allah jg tdk berubah…masa awalnya tdk menempat lalu jadi menempat…
        dan ayat2 yg menunjukan allah tdk di langit juga banyak….apa ketika memahami itu dgn cara lain berarti menolak ayat??? heheheh

        Kemarin jam 4:50 · Suka · 1
      • Abu Faza Allah Ta’ala Berfirman :

        إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آَيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِنْ فِي صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَا هُمْ بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ

        السَّمِيعُ الْبَصِيرُ 

        ” Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka [ maksudnya ; mereka menolak ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka ], tidak ada dalam dada [ hati ] mereka melainkan hanyalah ( keinginan akan ) kebesaran [ kesombongan ] yang mereka sekali-kali tidak akan pernah mencapainya,maka mintalah perlindungan kepada Allah.Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat “.

        وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَلَا الْمُسِيءُ قَلِيلًا مَا تَتَذَكَّرُونَ 

        ” Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat,dan juga tidaklah sama orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sungguh sedikit sekali kamu mengambil pelajaran”.

        QS.Al Ghafir ; 56 dan 58.

        Kemarin jam 4:52 · Suka · 5
      • Qultu Män Änà maknya pakai kaidah salaf bukan kaidah ibnu taemiyah

        http://singkirkankepalsuan.blogspot.com/2012/06/penolakan-atas-kaedah-kaidah-sifat.html

        singkirkankepalsuan.blogspot.com

        Silahkan untuk berkomentar disini dan bila anda tidak sepaham dg tulisn di atas, mari kita diskusi disini, InsyaAllah semuanya akan kita bahas…
      • Qultu Män Änà dan jangan buat manhaj salaf versi baru,baca:
        http://singkirkankepalsuan.blogspot.com/2012/06/antara-manhaj-salaf-asyariyah-dan.html

        singkirkankepalsuan.blogspot.com

        Silahkan untuk berkomentar disini dan bila anda tidak sepaham dg tulisn di atas, mari kita diskusi disini, InsyaAllah semuanya akan kita bahas…
        Kemarin jam 4:54 · Suka · 1
      • Qultu Män Änà nih baca juga
        http://singkirkankepalsuan.blogspot.com/2012/06/antara-manhaj-salaf-asyariyah-dan_23.html

        singkirkankepalsuan.blogspot.com

        Silahkan untuk berkomentar disini dan bila anda tidak sepaham dg tulisn di atas, mari kita diskusi disini, InsyaAllah semuanya akan kita bahas…
        Kemarin jam 4:55 · Suka · 1
      • Qultu Män Änà sifat allah qodim,masa menepat pada yg huduts,baca

        http://singkirkankepalsuan.blogspot.com/2012/04/allah-tidak-memiliki-nama-atau-sifat.html

        singkirkankepalsuan.blogspot.com

        Silahkan untuk berkomentar disini dan bila anda tidak sepaham dg tulisn di atas, mari kita diskusi disini, InsyaAllah semuanya akan kita bahas…
        Kemarin jam 4:57 · Suka · 1
      • Qultu Män Änà allah tk berubah/tagoyur:
        http://singkirkankepalsuan.blogspot.com/2012/02/apakah-allah-berubah-setelah-mencipta.html

        singkirkankepalsuan.blogspot.com

        Silahkan untuk berkomentar disini dan bila anda tidak sepaham dg tulisn di atas, mari kita diskusi disini, InsyaAllah semuanya akan kita bahas…
        Kemarin jam 4:59 · Suka · 1
      • Qultu Män Änà baca semua dengan tenang….met baca ya

      • Abu Faza Semua bentuk catatan / artikel Qultu Män Änà disitus / dimanapun AKAN RUNTUH DAN TERBANTAHKAN DENGAN YANG SATU INI,.,.* AQIDAH AHLI SUNNAH WALJAMA’AH DALAM ASMA DAN SIFAT ALLAH *http://www.facebook.com/notes/abu-faza/-aqidah-ahli-sunnah-waljamaah-dalam-asma-dan-sifat-allah-/270828929645682

          Bismillaah,.,.   INILAH AQIDAH KELOMPOK YANG SELAMAT DAN MENDAPAT PERTOLONGAN H…

        Oleh: Abu Faza
        Kemarin jam 5:02 · Suka · 4
      • Qultu Män Änà nih satu lagi
        http://singkirkankepalsuan.blogspot.com/2012/06/pembahasan-inti-berkenaan-dengan-nas.html

        singkirkankepalsuan.blogspot.com

        Silahkan untuk berkomentar disini dan bila anda tidak sepaham dg tulisn di atas, mari kita diskusi disini, InsyaAllah semuanya akan kita bahas…
        Kemarin jam 5:03 · Suka · 1
      • Qultu Män Änà http://singkirkankepalsuan.blogspot.com/2012/02/itsbat-menetapkan-sifat-allah-atau.html

        singkirkankepalsuan.blogspot.com

        Silahkan untuk berkomentar disini dan bila anda tidak sepaham dg tulisn di atas, mari kita diskusi disini, InsyaAllah semuanya akan kita bahas…
      • Abu Faza Semua bentuk catatan / artikel Qultu Män Änà disitus / dimanapun AKAN RUNTUH DAN TERBANTAHKAN DENGAN YANG SATU INI,.,.* AQIDAH AHLI SUNNAH WALJAMA’AH DALAM ASMA DAN SIFAT ALLAH *http://www.facebook.com/notes/abu-faza/-aqidah-ahli-sunnah-waljamaah-dalam-asma-dan-sifat-allah-/270828929645682

          Bismillaah,.,.   INILAH AQIDAH KELOMPOK YANG SELAMAT DAN MENDAPAT PERTOLONGAN H…

        Oleh: Abu Faza
        Kemarin jam 5:04 · Suka · 4
      • Qultu Män Änà http://singkirkankepalsuan.blogspot.com/2012/05/rasulullah-penjelasan-ibnu-rajab.html

        singkirkankepalsuan.blogspot.com

        Silahkan untuk berkomentar disini dan bila anda tidak sepaham dg tulisn di atas, mari kita diskusi disini, InsyaAllah semuanya akan kita bahas…
      • Qultu Män Änà jangan licik ya

        http://singkirkankepalsuan.blogspot.com/2012/05/sebagian-kelicikan-taimiyyun-untuk.html

        singkirkankepalsuan.blogspot.com

        Silahkan untuk berkomentar disini dan bila anda tidak sepaham dg tulisn di atas, mari kita diskusi disini, InsyaAllah semuanya akan kita bahas…
      • Qultu Män Änà masih kurang?????????? hehehe

      • Abu Faza Hati ” Qultu Man Ana “
        HATI YANG TIDAK PUNYA RASA KEIMANAN PADA AL QUR’AN.

        Allah Ta’ala Berfirman :

        أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ 

        يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ (75)

        ” Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya [ iman ] kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui ?”

        QS.Al Baqarah ; 75.

        Hati ” Qultu Män Änà ” adalah hati yang sakit

        Kemarin jam 5:06 · Suka · 2
      • Abu Faza Allah Ta’ala Berfirman :

        إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آَيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِنْ فِي صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَا هُمْ بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ

        السَّمِيعُ الْبَصِيرُ 

        ” Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka [ maksudnya ; mereka menolak ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka ], tidak ada dalam dada [ hati ] mereka melainkan hanyalah ( keinginan akan ) kebesaran [ kesombongan ] yang mereka sekali-kali tidak akan pernah mencapainya,maka mintalah perlindungan kepada Allah.Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat “.

        وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَلَا الْمُسِيءُ قَلِيلًا مَا تَتَذَكَّرُونَ 

        ” Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat,dan juga tidaklah sama orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sungguh sedikit sekali kamu mengambil pelajaran”.

        QS.Al Ghafir ; 56 dan 58.

        Kemarin jam 5:07 · Suka · 3
      • Qultu Män Änà tapi jika ente malas,cukup baca yg ini saja:
        http://singkirkankepalsuan.blogspot.com/2012/06/penolakan-atas-kaedah-kaidah-sifat.html

        singkirkankepalsuan.blogspot.com

        Silahkan untuk berkomentar disini dan bila anda tidak sepaham dg tulisn di atas, mari kita diskusi disini, InsyaAllah semuanya akan kita bahas…
        Kemarin jam 5:08 · Suka · 1
      • Al-marhum Umar Xotime maha suci aIIah dari sifat butuh,,,termasuk Dia tidak butuh akan tempat,,,

      • Abu Faza AA Qultu Män Änà apakah anda lupa Firman Allah ?,.,

        أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ

        “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah,

        QS.Al Baqarah ; 140.

        Kemarin jam 5:14 · Suka · 5
      • Abu Faza AA Qultu Män Änà ,apakah anda lupa firman Allah ?,.,

        إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَنْ يَضِلُّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ 

        ” Sesungguhnya Rabb-mu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat petunjuk “. 

        Al An’am ; 117.

        Kemarin jam 5:23 · Suka · 6
      • Vega Purnama Devi ‎.nyimakk dlu ya.. 😀

        Kemarin jam 5:24 melalui seluler · Suka · 1
      • Abu Faza Silahkan,.,comenpun boleh,.,SANTRI WAHABI INSYA ALLAH AKAN SELALU MEMBASMI DUSTA” AHLI AL BID’I,.,Allaahu Al Musta’aan,,

        Kemarin jam 5:26 · Suka · 8
      • Anto Wong Gonong cahaya kebenaran akan masuk dalam diri manusia bila manusia itu menyediakan tempat di dalam dirinya. bisa di dapat bila manusia menghindari dari berkelompok.

        Kemarin jam 5:33 melalui seluler · Suka · 2
      • Jannatun Ummu Imam Assalamu’alaikum warohmatullah , , , permisi izin share akhy , , jazaakallahu khoiran , , waffaqokaallaahu.

        Kemarin jam 5:57 · Suka · 4
      • Yusuf Warseno ahsanta ya ustad abu fazao jazakallah khoir. penjelasan yg memuaskn

        Kemarin jam 5:59 melalui seluler · Suka · 3
      • Fatawa Jilid Dua Bismillah,ana sudah baca not nya , ustad Abu Faza amat sangat terlalu menyederhanakan/menyingkat permasalahan yg amat urgent/Aqidah …
        Sepertinya ustad Abu Faza sendiri kurang faham apa itu dan bagaimana Aqidah Musyabih,Jahmiyyah,Asyariyyah ahlusunnah wal jamaah,salafyyah wahabiyyah ahlusunnah al ghurbah . Not nya sangat doif/lemah tidak berbobot,tidak didukung hujjah para pakar/imam ahli tafsir ternama,tapi didominasi pemahaman dangkal ustad Abu faza sendiri , jauh berbobot dan berisi not guru ana ustad Qultu …

        Kemarin jam 6:02 melalui seluler · Suka · 2
      • Dion Mind jazakumullahu khairan ya akhi faza,smoga kita d jauhkan dari syubhat2 dlm diri kita.dan bersabarlah slalu dlm berda’wah. Barakallahu fiekum

        Kemarin jam 6:07 melalui seluler · Suka · 4
      • Fatawa Jilid Dua Ustad Qultu cucu Imam Fakhruddin ar Razi , Ustad Abu Faza cucu Imam Ibnu Taemiyyah
        Imam Razi Ulama ahli kalam ternama vs Taemiyyun>dzahiriyyah musyabih
        =gak pernah ada titik temu kalo diskusi

        Kemarin jam 6:09 melalui seluler · Suka
      • Em Muhson Lanjut….

        Kemarin jam 6:12 melalui seluler · Suka · 2
      • Abu Ibrohim Priyantun Wonogiri ana minta di tags akh, syukron.

        Penjelasan yang sudah mencukupi bagi orang yang tidak mendewakan akal2nya

        23 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 2
      • Riko Boby Ana ikut nyimak yh ustadz abu faza..
        Syukron ustadz

        23 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 2
      • Siti Ervayati Suriah Subhanallah, ilmu yg bermanfa’at. Jazakallohu khoiron ya ustadz dapat penjelasan yg komplit.

        23 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 2
      • Fatawa Jilid Dua Notnya tidak berbobot tidak berisi bagai bolpoin kosong gak da tinta , gak bisa nulis …

        23 jam yang lalu melalui seluler · Suka
      • Coy Dhong Yhi Ilmu yg bermanfa’at , ,syukron abu faza .

        22 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 2
      • Satria Muda ‎~@ Dimana Allah Tinggal Sebelum Bersemayam di Atas Arasy ? @~

        Alhamdulillah atas terciptanya alam semesta. Sebelum adanya mahlug hanya Allah yang Maha Ada/wujud…@
        tidak ada hak bagi mahlug untuk mengetahui keberadaan Allah sebab semua mahlug Allah tidak akan pernah bisa menjangkaunya…@

        22 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 3
      • Satria Muda “ Saya mau tanya ;” Apakah benar Allah Ta’ala Ada diLangit” ).

        Allah bersemayam di atas arsy (mahlug Allah yang paling tinggi)…@ (note: Allah diatas semua MahlugNya)

        22 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
      • Satria Muda lalu dimanakah Allah tinggal sebelum Arasy dan langit diciptakan oleh Allah ?.Apa mungkin Allah berpindah tempat?.

        Kami mahlug Allah hanya bisa mendeteksi keberadaan mahlug Allah,..@ eksistensi Allah diluar kemampuan kami sebagai mahlug (muhal/tidak mungkin)

        22 jam yang lalu melalui seluler · Suka
      • Abu Muhammad Salman Dandy Izin share ustadz, Jazakallahu khayr

        21 jam yang lalu · Suka · 3
      • Rwan Al Ga Barokallahu fik ustazd Abu Faza ilmu yg memuaskan jazakallah khaer smoga bermanfa’at untuk umat islam sukron tagnya

        20 jam yang lalu · Suka · 1
      • Abu Ghazy In mantap

        20 jam yang lalu · Suka · 3
      • Ana Sevenchenko Fatawa jilid dua & Qultu man ana, mudah-mudahan nih orang kagak gila alias stress nih karena mengimani ayat-ayat al-Qur`an dengan akalnye aje, soalnye ane uda pernah nemuin yg kayak bgn pinter tapi tambah lama jadi stress alias gila karena pengakuannye pernah nemuin Allah, mike tyson & lady diana di surga…

        20 jam yang lalu · Suka · 2
      • Fatawa Jilid Dua Dari namanya ente orang rusia , tapi sayang mengimani apa yg oleh aqal ditentang . Maha suci Allah dari tempat.arah dan organ

        20 jam yang lalu melalui seluler · Suka
      • Ary Surachmat Afwan. Bisakah ana di tag. Jazakallahu khairan

        20 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 2
      • Satria Muda Dimanakah Allah ketika hanya ada Allah saja…@
        “ kun fayakun ” terjadilah apa yang Allah kehendaki).

        Di…..>> DZAT ALLAH

        19 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 3
      • Satria Muda Dimana kamu ketika kamu belum lahir…@ kun fayakun….>> didalam kekuasaan Allah…@

        19 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 3
      • Abu Yusuf Saudara Satria, Allah itu dimana sebenara?

        18 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
      • Entur Mastur IMAN :MEMBENARKN DNGN HATI APA2 YG DBAWA OLEH RASULULLAH ..baik dmengerti oleh akal atau tdk.!

        17 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 2
      • Abuilham Taufiq Jazakumullah khairan,sangat jelas,bagi orang-orang yang masih memiliki keimanan,apa yang disampaikan abu faza,teruskan da`wah akhi fillah…

        15 jam yang lalu · Suka · 2
      • ‘Abu Khonsa As-Sadanawy alhamdulillah..kokohhh

        15 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 2
      • Mnr Canada ‎-
        http://www.facebook.com/notes/mnr-canada/zaman-fitnah/10150878529307000

        – Menjawab artikl Abu Faza sang Pengelabu yg abu-abu =================================   …

        Oleh: Mnr Canada
        14 jam yang lalu · Suka · 1
      • Mnr Canada ‎-
        http://www.facebook.com/notes/mnr-canada/zaman-fitnah/10150878529307000

        – Menjawab artikl Abu Faza sang Pengelabu yg abu-abu =================================   …

        Oleh: Mnr Canada
      • Sahlan Rafiqi Mashal alhamdulillah…. abu faza, tetaplah slalu dalam dakwah

        14 jam yang lalu · Suka · 2
      • Abu Faza Afwan akhi Abuilham Taufiq,.,Insya Allaah,.,Allaahu Al Musta’aan,.,

        14 jam yang lalu · Suka · 1
      • Mnr Canada ‎-
        http://www.facebook.com/notes/mnr-canada/zaman-fitnah/10150878529307000

        – Menjawab artikl Abu Faza sang Pengelabu yg abu-abu =================================   …

        Oleh: Mnr Canada
      • Fahman Zidny Abu……!!! Echemmmm

        14 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
      • Abu Faza Insya Allah akhi @ Sahlan Rafiqi Mashal,.,Allaahu Baarik Fiik,.,

        14 jam yang lalu · Suka · 1
      • Mencari Golongan Selamat cukupkan 101 PERKATAAN ULAMA SALAF TENTANG ALLAH DI ATAS ARSY (SERI ALLAH DI ATAS ARSY) 
        Dari Abu Razin berkata: Saya pernah bertanya: “Ya Rasulullah, dimana Allah sebelum menciptakan makhlukNya?” Nabi menjawab: “Dia berada di atas awan, tidak ada udara di bawahnya maupun di atasnya, tidak makhluk di sana, dan ArsyNya di atas air”. [HR. Tirmidzi (2108), Ibnu Majah (182), Ibnu Hibban (39 -Al-Mawarid), Ibnu Abi Ashim (1/271/612), Ahmad (4/11,12) dan Ibnu Abdil Barr dalam At-Tamhid (7/137). Lihat As-Shahihah 6/469)].

        Sudah banyak pembahasan mengenai aqidah tentang ‘Allah di Atas ‘Arsy’ yang ditulis oleh para asatidz sampai ulama, baik dikupas dengan dalil-dalil yang terdapat dalam Al Qur’an maupun Hadits-hadits shahih yang jumlahnya mencapai puluhan dalil. Namun untuk pembahasan kali ini hanya mengupas tentang perkataan-perkataan yang keluar dari para ulama Salaf mengenai Allah di atas ‘Arsy. Saya hanya mengumpulkan sedikit dari perkataan-perkataan mereka yaitu hanya berjumlah 101 perkataan, padahal jika kita merujuk kepada kitab-kitab ulama Salaf terdahulu, maka akan terkumpul banyak sekali perkataan mereka mengenai Allah diatas ‘Arsy yang jumlahnya bisa mencapai ratusan bahkan ribuan, Wallahu a’lam. Berikut perkataan-perkataan mereka:

        01. Abu Bakar ash Shidiq radhiyallahu ‘anhu berkata, “Barang siapa yang menyembah Allah maka Allah berada di langit, ia hidup dan tidak mati.” [Riwayat Imam ad Darimiy dalam Ar Radd ‘Alal Jahmiyah].

        02. Dari Zaid bin Aslam, dia berkata,

        مر ابن عمر براع فقال هل من جزرة فقال ليس هاهنا ربها قال ابن عمر تقول له أكلها الذئب قال فرفع رأسه إلى السماء وقال فأين الله فقال ابن عمر أنا والله أحق أن أقول أين الله واشترى الراعي والغنم فأعتقه وأعطاه الغنم

        “(Suatu saat) Ibnu ‘Umar melewati seorang pengembala. Lalu beliau berkata, “Adakah hewan yang bisa disembelih?” Pengembala tadi mengatakan, “Pemiliknya tidak ada di sini.” Ibnu Umar mengatakan, “Katakan saja pada pemiliknya bahwa ada serigala yang telah memakannya.” Kemudian pengembala tersebut menghadapkan kepalanya ke langit. Lantas mengajukan pertanyaan pada Ibnu Umar, ”Lalu di manakah Allah?” Ibnu ‘Umar malah mengatakan, “Demi Allah, seharusnya aku yang berhak menanyakan padamu ‘Di mana Allah?’.”
        Kemudian setelah Ibnu Umar melihat keimanan pengembala ini, dia lantas membelinya, juga dengan hewan gembalaannya (dari Tuannya). Kemudian Ibnu Umar membebaskan pengembala tadi dan memberikan hewan gembalaan tadi pada pengembara tersebut. [Lihat Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar no. 311. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad riwayat ini jayyid sebagaimana dalam Mukhtashor Al ‘Uluw no. 95, hal. 127].

        03. Ibnu Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu berkata:

        والعرش على الماء والله عز وجل على العرش يعلم ما أنتم عليه

        “Arsy berada di atas air, dan Allah ‘azza wa jalla berada di atas ‘Arsy, yang mengetahui apa-apa yang kalian lakukan” [HR. Ath-Thabarani dalam Al-Kabiir; shahih].

        http://abdusshomad1.blogspot.com/2011/08/101-perkataan-ulama-salaf-tentang-allah.html

        14 jam yang lalu · Suka · 3
      • Ficus Carica Syukron ya Akhi Abu Faza

        14 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 2
      • Mnr Canada ‎-
        http://www.facebook.com/notes/mnr-canada/zaman-fitnah/10150878529307000

        – Menjawab artikl Abu Faza sang Pengelabu yg abu-abu =================================   …

        Oleh: Mnr Canada
      • Fairuz Badi Ada sawah rupanya di sini ya,,di sini sawah, di sana sawah, di mana2 ada sawah,,,kikikkk.

        MANA ATAS ? MANA BAWAH ? 

        Kikikkk…TWING ^_^ !!!

        14 jam yang lalu melalui seluler · Suka
      • Abu Faza Afwan akhi Ficus Carica,.,Allaahu Baarik Fiik,.,

        14 jam yang lalu · Suka · 2
      • Mencari Golongan Selamat menopang aja debat akan kelar ,Allah ada tanpa arah dan tempat?
        http://abahnajibril.wordpress.com/2012/01/31/allah-ada-tanpa-arah-dan-tempat/

        MAJMU FATAWA: Arah (jihat) terkait sifat Allah
        http://syaikhulislam.wordpress.com/2010/03/11/majmu-fatawa-arah-jihat-terkait-sifat-allah/
        Suhad alloh tanpa tempat 
        http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/3351-di-manakah-allah-8.html
        Ijmak para ulama tentang keberadaan Allah di atas langit
        Keberadaan Allah di atas langit merupakan konsensus para ulama Islam. Bahkan telah dinukilkan ijmak mereka oleh banyak para ulama Islam. Diantara mereka:

        Pertama : Al-Imam Al-Auzaa’i rahimahullah (wafat 157 H)

        Al-Auzaa’i berkata : “Ketika kami dahulu –dan para tabi’in masih banyak-kami berkata : Sesungguhnya Allah di atas arsyNya, dan kita beriman dengan sifat-sifatNya yang datang dalam sunnah” (Al-Asmaa’ was sifaat li Al-Baihaqi 2/304 no 865, Al-’Uluw li Al-’Aliy Al-’Adziim li Adz-Dzahabi 2/940 no 334, dan sanadnya dinyatakan Jayyid (baik) oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Baari 13/406-407)
        Kedua : Qutaibah bin Sa’iid (150-240 H)
        Beliau berkata :
        هذا قول الائمة في الإسلام والسنة والجماعة: نعرف ربنا في السماء السابعة على عرشه ، كما قال جل جلاله:الرحمن على العرش استوى
        “Ini perkataan para imam di Islam, Sunnah, dan Jama’ah ; kami mengetahui Robb kami di langit yang ketujuh di atas ‘arsy-Nya, sebagaimana Allah Jalla Jalaaluhu berfirman : Ar-Rahmaan di atas ‘arsy beristiwa” (Al-’Uluw li Al-’Aliy Al-’Adziim li Adz-Dzahabi 2/1103 no 434)
        Adz-Dzahabi berkata, “Dan Qutaibah -yang merupakan seorang imam dan jujur- telah menukilkan ijmak tentang permasalahan ini. Qutaibah telah bertemu dengan Malik, Al-Laits, Hammaad bin Zaid, dan para ulama besar, dan Qutaibah dipanjangkan umurnya dan para hafidz ramai di depan pintunya” (Al-’Uluw li Al-’Aliy Al-’Adziim li Adz-Dzahabi 2/1103)
        Ketiga : Ibnu Qutaibah (213 H- 276 H)

        Beliau berkata dalam kitabnya Takwiil Mukhtalaf al-Hadiits (tahqiq Muhammad Muhyiiddin Al-Ashfar, cetakan keduan dari Al-Maktab Al-Islaami) :
        “Seluruh umat –baik arab maupun non arab- mereka berkata bahwasanya Allah di langit selama mereka dibiarkan di atas fitroh mereka dan tidak dipindahkan dari fitroh mereka tersebut dengan pengajaran” (Takwiil Mukhtalafil Hadiits 395)
        Selanjutnya 
        http://gizanherbal.wordpress.com/2011/06/01/bantahan-syubhat-allah-ada-tanpa-tempat-dan-arah-seri-allah-di-atas-arsy/
        Ulama Besar Syafi’iyah Menyatakan Ada 1000 Dalil
        Mengapa banyak yang mengaku sebagai Syafi’iyah malah jauh dari aqidah yang dipegang oleh ulama Syafi’iyah. Coba perhatikan nukilan Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni berikut.
        قَالَ بَعْضُ أَكَابِرِ أَصْحَابِ الشَّافِعِيِّ : فِي الْقُرْآنِ ” أَلْفُ دَلِيلٍ ” أَوْ أَزْيَدُ : تَدُلُّ عَلَى أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى عَالٍ عَلَى الْخَلْقِ وَأَنَّهُ فَوْقَ عِبَادِهِ . وَقَالَ غَيْرُهُ : فِيهِ ” ثَلَاثُمِائَةِ ” دَلِيلٍ تَدُلُّ عَلَى ذَلِكَ
        “Sebagian ulama besar Syafi’iyah mengatakan bahwa dalam Al Qur’an ada 1000 dalil atau lebih yang menunjukkan Allah itu berada di ketinggian di atas seluruh makhluk-Nya. Dan sebagian mereka lagi mengatakan ada 300 dalil yang menunjukkan hal ini.”[1]
        Banyak yang mengaku Syafi’iyah namun menolak jika Allah dinyatakan berada di atas, padahal keyakinan ini didukung oleh 1000 dalil. Sungguh aneh!
        Bukti Terkuat dari Al Qur’an dan Hadits Nabawi
        Selanjutnya kita akan melihat dalil-dalil yang kami olah dari penjelasan Ibnu Abil Izz Al Hanafi rahimahullah dalam Syarh Al ‘Aqidah Ath Thohawiyah.[2] Ibnu Abil Izz Al Hanafi rahimahullah mengatakan, “Dalil-dalil yang muhkam (yang begitu jelas) menunjukkan ketinggian Allah di atas seluruh makhluk-Nya. Dalil-dalil ini hampir mendekati 20 macam dalil”.[3] Ini baru macam dalil yang menunjukkan ketinggian Allah di atas seluruh makhluk-Nya, belum lagi jika tiap macam dalil tersebut kita jabarkan satu per satu. Jika macam dalil tersebut diperinci, boleh jadi mencapai 1000 dalil sebagaimana disebutkan oleh ulama Syafi’iyah di atas. Selanjutnya kami akan menyebutkan macam-macam dalil yang dimaksudkan Ibnu Abil Izz dan kami tambahkan dengan contoh dalil yang ada. Semoga hal ini semakin membuka hati blogger abusalafy
        http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/2958-di-manakah-allah-2.html

        abahnajibril.wordpress.com

        Permasalahan ‘dimanakah Allah’ adalah permasalahan krusial yang di jaman dulu pa…Lihat Selengkapnya
        14 jam yang lalu · Suka · 3
      • Mencari Golongan Selamat Penjelasan Ibnu Rajab tentang Tauhid Al-Asmaa’ wash-Shifaat
        http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/01/penjelasan-ibnu-rajab-tentang-tauhid-al.html
        ‘Aqidah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah dalam Sifat Allah ta’ala
        http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/05/aqidah-ahlus-sunnah-wal-jamaah-dalam.html
        Al-Qaadliy Abu Bakr Al-Baqillaniy : Allah Berada di Atas ‘Arsy
        http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/06/al-qaadliy-abu-bakr-al-baqillaniy-allah.html
        At-Tafwidl dan Makna Hakiki
        http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/03/at-tafwidl.html
        Shahih Hadits Mu’awiyyah bin Al-Hakam tentang ‘Dimana Allah’ – dan Bantahan Singkat Bagi yang Mendla’ifkannya
        http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/06/shahih-hadits-muawiyyah-bin-al-hakam.html?showComment=1286529263413
        Shahih Hadits Mu’aawiyyah bin Al-Hakam Tentang ‘Dimana Allah,
        http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/08/hadits-jaariyyah-riwayat-maalik-bin.html
        Allah di Langit, Tapi Ilmunya Meliputi Segala Sesuatu
        http://belajarberislam.wordpress.com/2011/03/19/allah-di-langit-tapi-ilmunya-meliputi-segala-sesuatu/
        Sifat Dua Tangan Allah (يد الله)
        http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/06/sifat-dua-tangan-allah.html
        Sifat Mata Bagi Allah
        http://abul-jauzaa.blogspot.com/2011/07/sifat-mata-bagi-allah.html
        Dimanakah Allah ? – Ini Jawaban Al-Imaam Maalik bin Anas rahimahullah
        http://abul-jauzaa.blogspot.com/2011/07/dimanakah-allah-ini-jawaban-al-imaam.html 
        Ketinggian Allah ta’ala di Atas Semua Makhluk-Nya
        http://abul-jauzaa.blogspot.com/2011/10/ketinggian-allah-taala-di-semua-makhluk.html
        Beberapa Catatan tentang Ijmaa’ Keberadaan Allah di Atas Langit
        http://abul-jauzaa.blogspot.com/2011/10/beberapa-catatan-tentang-ijmaa.html
        Pemalsuan Perkataan Al-Imam Malik rahimahullah

        abul-jauzaa.blogspot.com

        إن الحمد لله ، نحمده ونستعينه ، ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ، وسيئات أ…Lihat Selengkapnya
        14 jam yang lalu · Suka · 2
      • Mencari Golongan Selamat Kekususan Karaestristik Al-arsy 
        http://www.docstoc.com/docs/document-preview.aspx?doc_id=78003802

        www.docstoc.com

        KEKHUSUSAN (KARAKTERISTIK) AL-ARSYDisarikan dengan penambahan dan pengu…Lihat Selengkapnya
        14 jam yang lalu · Suka · 3
      • Mnr Canada ‎-
        Perhatikan redaksi mereka (Salafus sholeh) dlm link dibawah ini.

        Baca pelan-pelan…!!!

        Bukan pelin-pelan…!!!

        http://adekunya.wordpress.com/2011/05/28/aqidah-generasi-sohabat-dan-tabiin/

        adekunya.wordpress.com

        Alhamdulillah Puji puja dan sukurku tak henti-hentinya kepada pemilik alam semes…Lihat Selengkapnya
        14 jam yang lalu · Suka · 2
      • Mnr Canada ‎-
        Yang ku inginkan dari Abu Faza sang pengelabu yg abu-abu;

        >> spy menukilkan disini penjelasan salafus sholeh yg shoreh yg menyatakan bhw Allah bersifat dg TEMPAT dan ARAH/JIHAH seperti shorehnya pernyataan salafus sholeh yg menafikan TEMPAT dan ARAH/JIHAT spt yg dipaparkan dlm link di bwh ini:

        http://adekunya.wordpress.com/2011/06/22/263-komentar-ulama-tentang-istiwa-dan-jihat-arah-bagi-alloh/

        adekunya.wordpress.com

        Alhamdulillah Puji puja dan sukurku tak henti-hentinya kepada pemilik alam semes…Lihat Selengkapnya
        14 jam yang lalu · Suka · 1
      • Mencari Golongan Selamat Dimanakah Allah ? – Ini Jawaban Al-Imaam Maalik bin Anas rahimahullah
        http://abul-jauzaa.blogspot.com/2011/07/dimanakah-allah-ini-jawaban-al-imaam.html
        Pemalsuan Perkataan Al-Imam Malik Rahimahullah.
        http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/06/pemalsuan-perkataan-al-imam-malik.html

        abul-jauzaa.blogspot.com

        Assalamu’alaikum warohmatullahKalo ditanya anak, saya selalu menjawab “Allah itu…Lihat Selengkapnya
        14 jam yang lalu · Suka · 2
      • Abu Faza Sdr Mnr Canada,.,tolong klu cmen yang SAMBUNG n jangan bikin kacau disetiap postingan ana thayyib,.,Allaahu Baarik Fiik,.,Jika mau diskusi,.,mari kita mulai,.,

        14 jam yang lalu · Suka · 1
      • Ummu Emir izin share y a Abu Syukron..

        14 jam yang lalu · Suka · 2
      • Abu Faza Tafadhalii yaa ukhtii,.,Afwan,.,Allaahu Baarik Fiik,.,

        14 jam yang lalu · Suka · 1
      • Ummu Emir Fik BaraqAllah,,

        14 jam yang lalu · Suka · 2
      • Joe Widyanto Mengenal Allah secara dalam dg ukuran akal? Ga akan sanggup. Apa bedanya mereka dg jahmiyah? Sama2 mu’attilah. Sama2 tanzih. Tp jahmiyah lebih parah ketimbang asy’ariyah.

        14 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
      • Joe Widyanto Knp asy’ariyah menjelaskan apa yg tdk Allah dan Rasul jelaskan? Meskipun maksudnya baik yakni tanzih. Jahmiyah jg tanzih. Mu’tazilahpun jg tanzih. Tp benarkan smua penjelasan mereka? Pd hakekatnya mreka sudah brani spekulasi tentang dzat Allah.

        13 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
      • Joe Widyanto Contoh saja komen2 yg bid’ah. Mreka mengatakan bila Allah istiwa’ diatas ‘arsy. Maka logikanya Allah butuh tmpt. Saya katakan logika dan komennya asy’ariyah bid’ah. Krn para salaf tdk ada yg komen demikian.
        Sungguh msh bnyak komen2 bid’ah yg ga diucapkan oleh para salaf.

        13 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
      • Joe Widyanto 

        Seandainya saya benturkan dg pendapatnya mu’tazilah. Bahwa menurut pendapat mu’tazilah Allah tdk bsa di lihat di akhirat. Krn logikanya bila dilihat maka tak lepas dari arah. Jg mengenai ayat Allah datang. Scara logika terkait dg arah. ini mustahil bagi Allah. Maka perlu ditakwil maksud melihat dan datang dg pengertian yg lain. ini pendapat mu’tazilah. 
        Hal ini menandakan bhwa mu’tazilah pake akal. Asy’ariyah jg pake akal. Maka akal mana yg benar? Jawablah asy’ariyah?
        13 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
      • Ummu Utsaimin alhamdulillah akhi .tetap lah selalu berda’wah meluruskan aqidah ummat islam .semangat……….dan tetap tawadhu amin

        13 jam yang lalu · Suka · 1
      • Abu Faza Insya Allah ukh,.,syukron taz nasehatnya,.,Allaahu Baarik Fiiki Yaa Ukhtii,.,

        13 jam yang lalu · Suka · 2
      • Ummu Utsaimin mudah”an kita selalu istiqomah ,didalam menegakkan sunnah .sampai ajal menjemput kita

        13 jam yang lalu · Suka · 3
      • Abu Faza Aamiin Yaa Mujib As Saailiin,.,

        13 jam yang lalu · Suka · 2
      • Abu Anas Al Indunisy Nyimak ajé….

        13 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 2
      • Kediri Peduli YAITU TUHAN YANG MAHA PEMURAH YANG BERSEMAYAM DI ATAS ARASY.QS. THA- HA:5

        12 jam yang lalu · Suka · 2
      • Kediri Peduli YANG MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI DAN APA YANG ADA ANTARA KEDUANYA DALAM 6 MASA. KEMUDIAN DIA BERSEMAYAM DI ATAS ARASY ( DIALAH) YANG MAHA PEMURAH MAKA TANYAKANLAH ( TENTANG ALLOH ) KEPADA YANG LEBIH MENGETAHUI ( MUHAMMAD ) TENTANG DIA. QS AL- FURGAN:59

        12 jam yang lalu · Suka · 3
      • Kediri Peduli SIFAT-SIFAT ALLOH YANG ALLOH SENDIRI SEBUTKAN DALAM ALGUR’AN DAN SUNNAH WAJIB KITA YAKINI DENGAN TIDAK MEN-TA’WILNYA.

        12 jam yang lalu · Suka · 4
      • Kediri Peduli QS.THAHA 1-16.

        12 jam yang lalu · Suka · 3
      • Kediri Peduli QS.AN-NAS :1-6.

        12 jam yang lalu · Suka · 3
      • Kediri Peduli QS. AL-BAGARAH:269.

        12 jam yang lalu · Suka · 3
      • Abe SukaSuka Wae hehe..
        Dowo nee

        11 jam yang lalu melalui seluler · Suka
      • Hadl Romaut 
        Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
        “Sesungguhnya ALLAH memiliki KELUARGA dari kalangan manusia.”
        Mereka bertanya:
        “Wahai Rasulullah siapakah mereka?”
        Beliau bersabda:
        “Mereka adalah Ahlul Qur’an. Merekalah KELUARGA ALLAH, dan pilihan-pilihan-Nya.”
        [HR. Ibnu Majah no. 215, An-Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra no. 8031, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 2688, Ahmad no. 12301, Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan: Hasan. Lihat Tahqiq Musnad Ahmad no. 12301. Syaikh Al-Albani menshahihkan dalam Shahihul Jami’ no. 2165] .

        8 jam yang lalu melalui seluler · Suka
      • Mnr Canada ‎-
        YANG KU INGINKAN DARI Abu Faza dan KAWAN-KAWAN
        ==================================

        >> spy menukilkan disini penjelasan salafus sholeh yg shoreh yg menyatakan bhw Allah bersifat dg TEMPAT dan ARAH/JIHAH seperti shorehnya pernyataan salafus sholeh yg menafikan TEMPAT dan ARAH/JIHAT spt yg dipaparkan dlm link di bwh ini:

        http://adekunya.wordpress.com/2011/06/22/263-komentar-ulama-tentang-istiwa-dan-jihat-arah-bagi-alloh/

        >>spy mengembalikan kalimat BERSEMAYAM kedalam bhs arab.

        >>spy sudi kiranya menjawab pertanyaan singkat ini;

        Membongkar lagi METODE kaum SAWAH yg mengacukan Nas2 Al Mutasyabihat kpd MAKNA ZOHIR.

        Kita mulai dari Firman Allah: (QS An Nisa’ 82)

        أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلافًا كَثِيرًا

        ————————————————————————–

        Apa dan Bagiamana cara SAWAH dlm mensikapi Nas2 di bawah ini:

        “Tentang YAD dalam Al Qur’an”

        واعلم أن اليد لغة:

        حقيقة في الجارحة المعروفة

        ________________________

        قوله تعالى لما خلقت بيدي

        Dalam ayat ini Allah SWT meredaksikanya dg (TASTNIYAH)

        يد الله فوق أيديهم

        Dalam ayat ini Allah SWT meredaksikannya dg (MUFRAD)

        مما عملت أيدينا

        Dalam Ayat ini Allah SWT meredaksikannya dg (JAMA’)

        =================================

        “Tentang ‘AIN dalam Al Qur’an”

        ________________________

        قوله تعالى ولتصنع على عيني

        Dalam ayat ini Allah SWT meredaksikannya dg (MUFRAD)

        واصنع الفلك بأعيننا

        ———————

        تجري بأعيننا

        ———————

        فإنك بأعيننا

        Dalam tiga ayat diatas Allah SWT meredasikannya dg (JAMA’)

        =====================================

        Begitu juga ketika kaum SAWAH mengacukan kpd makna zohir;

        ‘Ain/mata Allah

        Yad/tangan Allah

        Kaf/tapak tangan Allah

        Rijl/kaki Allah

        Ashabi’/jari-jari tangan Allah

        Saq/betis Allah

        Qadam/Tumit Allah

        Dan kitika SAWAH sampai pd Firman Allah SWT:

        كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ . وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ

        Bagaimana sikap SAWAH dg ayat ini…???

        Apakah-

        ‘Ain/mata Allah

        Yad/tangan Allah

        Kaf/tapak tangan Allah

        Rijl/kaki Allah

        Ashabi’/jari-jari tangan Allah

        Saq/betis Allah

        Qadam/Tumit Allah

        Apakah SAWAH juga menganggap nya hancur binasa dan musnah dan yg kekal abadi hanya wajah/muka Allah SWT…???

        >>Apakah Abu Faza ketika mensifatkan Allah dg TEMPAT dan ARAH/JIHAH berkeyakinan bhw TEMPAT dan ARAH/JIHAH itu QODIM/AZALY…???

        Atau sebaliknya tetap meyakini bhw TEMPAT/ARAH/JIHAH itu Makhluk dan Abu Faza akhirnya mensifatkan Allah dg sifat Makhluk…???

        >>spy Abu Faza sudi sedikit memberikan pemahamannya tentang (TAHRIF dan TAKWIL) krn sepertinya Abu Faza selama ini selalu menggunakan ayat tentang TAHRIF terhadap mereka (para ulama) yg men TAKWIL (artinya Abu Faza spt nya tdk membedakan antara TAHRIF dan TAKWIL)

        Ku harap Abu Faza menukilkan kami disini dg redaksi asli arabnya dan menyebutkan nama kitabnya…!!!

        >>spy Abu Faza mempostingkan aku disini SANAD nya dlm menimba ilmu selama ini di Riadh…!!!

        Ku berharap Abu Faza dan kawan-kawan sudi menjawabnya dg singkat (sesuai dg tuntutan pertanyaan)

        مكة المكرمة

        26-06-2012

        Mnr Canada (Munir Muhyiddin)

        الانفناني اللومبوكي أصلا

        _____________________

        adekunya.wordpress.com

        Alhamdulillah Puji puja dan sukurku tak henti-hentinya kepada pemilik alam semes…Lihat Selengkapnya
        8 jam yang lalu · Suka · 3
      • Kediri Peduli DAN TIDAK ADA BAGI SEORANG MANUSIAPUN BAHWA ALLOH BERKATA-KATA, DENGAN DIA KECUALI DENGAN PERANTARAAN WAHYU, ATAU DI BELAKANG TABIR,ATAU DENGAN MENGUTUS SEORANG UTUSAN (MALAIKAT) LALU DI WAHYUKAN KEPADANYA DENGAN SEIJINYA APA YANG DIA KEHENDAKI, SESUNGUHNYA DIA MAHA TINGI MAHA BIJAKSANA,QS.42:51.

        8 jam yang lalu · Suka · 1
      • Kediri Peduli QS,7: 142.

        8 jam yang lalu · Suka · 1
      • Kediri Peduli QS.19:97.

        8 jam yang lalu · Suka · 1
      • Kediri Peduli DAN RAHASIAKANLAH PERKATAANMU ATAU NYATAKANLAH SUNGUH DIA MAHA MENGETAHUI SEGALA ISI HATI>>APAKAH PANTAS ALLOH YANG MENCIPTAKANMU ITU TIDAK MENGETAHUI? SUNGUH DIA MAHA HALUS MAHA MENGETAHUI.QS.AL-MULK.13-14.

        8 jam yang lalu · Suka · 1
      • Kediri Peduli SIFAT-SIFAT ALLOH YANG ALLOH SENDIRI SEBUTKAN DALAM ALGUR’AN DAN SUNNAH WAJIB KITA YAKINI DENGAN TIDAK MEN-TA’WILNYA.

        8 jam yang lalu · Suka · 1
      • Mnr Canada ‎-
        Belum juga di Jawab cuma beberapa pertanyaan…!!!

        7 jam yang lalu · Suka
      • Mnr Canada ‎-
        Disini ku nukilkan redaksi dan penjelasan dlm kitab:

        الكتاب : الموسوعة الفقهية الكويتية
        صادر عن : وزارة الأوقاف والشئون الإسلامية – الكويت
        عدد الأجزاء : 45 جزءا
        الطبعة : ( من 1404 – 1427 هـ)
        ___________________

        تَأْوِيلٌ
        التَّعْرِيفُ :
        1 – التَّأْوِيل : مَصْدَرُ أَوَّل ، وَأَصْل الْفِعْل : آل الشَّيْءُ يَئُول أَوْلاً : إِذَا رَجَعَ ، تَقُول : آل الأَْمْرُ إِلَى كَذَا ، أَيْ رَجَعَ إِلَيْهِ . وَمَعْنَاهُ : تَفْسِيرُ مَا يَئُول إِلَيْهِ الشَّيْءُ ، وَمَصِيرُهُ 1 وَفِي اصْطِلاَحِ الأُْصُولِيِّينَ ، التَّأْوِيل : صَرْفُ اللَّفْظِ عَنِ الْمَعْنَى الظَّاهِرِ إِلَى مَعْنًى مَرْجُوحٍ ، لاِعْتِضَادِهِ بِدَلِيلٍ يَصِيرُ بِهِ أَغْلَبَ عَلَى الظَّنِّ مِنَ الْمَعْنَى الظَّاهِرِ (2) .

        الأَْلْفَاظُ ذَاتُ الصِّلَةِ :
        أ – التَّفْسِيرُ :
        2 – التَّفْسِيرُ لُغَةً : الْبَيَانُ ، وَكَشْفُ الْمُرَادِ مِنَ اللَّفْظِ الْمُشْكِل

        وَفِي الشَّرْعِ : تَوْضِيحُ مَعْنَى الآْيَةِ ، وَشَأْنِهَا ، وَقِصَّتِهَا ، وَالسَّبَبِ الَّذِي نَزَلَتْ فِيهِ بِلَفْظٍ يَدُل عَلَيْهِ دَلاَلَةً ظَاهِرَةً ، وَقَرِيبٌ مِنْ ذَلِكَ أَنَّ التَّأْوِيل : بَيَانُ أَحَدِ مُحْتَمَلاَتِ اللَّفْظِ ، وَالتَّفْسِيرَ : بَيَانُ مُرَادِ الْمُتَكَلِّمِ .

        وَقَال ابْنُ الأَْعْرَابِيِّ وَأَبُو عُبَيْدَةَ وَطَائِفَةٌ : التَّفْسِيرُ وَالتَّأْوِيل بِمَعْنًى وَاحِدٍ . وَقَال الرَّاغِبُ : التَّفْسِيرُ أَعَمُّ مِنَ التَّأْوِيل ، وَأَكْثَرُ اسْتِعْمَالِهِ فِي الأَْلْفَاظِ وَمُفْرَدَاتِهَا ، وَأَكْثَرُ اسْتِعْمَال التَّأْوِيل فِي الْمَعَانِي وَالْجُمَل . وَكَثِيرًا مَا يُسْتَعْمَل فِي الْكُتُبِ الإِْلَهِيَّةِ ، وَالتَّفْسِيرُ يُسْتَعْمَل فِيهَا وَفِي غَيْرِهَا . وَقَال غَيْرُهُ : التَّفْسِيرُ : بَيَانُ لَفْظٍ لاَ يَحْتَمِل إِلاَّ وَجْهًا وَاحِدًا . وَالتَّأْوِيل : تَوْجِيهُ لَفْظٍ مُتَوَجِّهٍ إِلَى مَعَانٍ مُخْتَلِفَةٍ إِلَى وَاحِدٍ مِنْهَا بِمَا ظَهَرَ مِنَ الأَْدِلَّةِ . وَقَال أَبُو طَالِبٍ الثَّعْلَبِيُّ : التَّفْسِيرُ : بَيَانُ وَضْعِ اللَّفْظِ إِمَّا حَقِيقَةً ، أَوْ مَجَازًا ، كَتَفْسِيرِ ( الصِّرَاطِ ) بِالطَّرِيقِ ، وَ ( الصَّيِّبِ ) بِالْمَطَرِ . وَالتَّأْوِيل : تَفْسِيرُ بَاطِنِ اللَّفْظِ ، مَأْخُوذٌ مِنَ الأَْوْل وَهُوَ الرُّجُوعُ لِعَاقِبَةِ الأَْمْرِ

        فَالتَّأْوِيل : إِخْبَارٌ عَنْ حَقِيقَةِ الْمُرَادِ ، وَالتَّفْسِيرُ إِخْبَارٌ عَنْ دَلِيل الْمُرَادِ ؛ لأَِنَّ اللَّفْظَ يَكْشِفُ عَنِ الْمُرَادِ ، وَالْكَاشِفُ دَلِيلٌ

        7 jam yang lalu · Suka · 1
      • Mnr Canada 

        ب – الْبَيَانُ :
        3 – الْبَيَانُ لُغَةً : الإِْظْهَارُ وَالإِْيضَاحُ وَالاِنْكِشَافُ ، وَمَا يَتَبَيَّنُ بِهِ الشَّيْءُ مِنَ الدَّلاَلَةِ وَغَيْرِهَا . (2) وَأَمَّا فِي الاِصْطِلاَحِ : فَهُوَ إِظْهَارُ الْمَعْنَى وَإِيضَاحُهُ لِلْمُخَاطَبِ ….Lihat Selengkapnya
        7 jam yang lalu · Suka · 1
      • Hadl Romaut Benar,
        menjadi kewajiban setiap muslim untuk MENETAPKAN SIFAT2 ALLAH SWT. sebagaimana yang termaktub dalam AL-QUR’AN,
        Tetapi siapa pula yang mewajibkan kita memahami NASH2 MUTASYABIHAT dgn MAKNA ZHAHIRNYA, dan menafikan baginya, ada maksud yang lebih sesuai dari makna zhahirnya?

        Siapa pula yang mewajibkan kita menetapkan makna zhahir seluruh perkataan2 yang mana, makna zhahirnya TIDAK SESUAI dengan ALLAH SWT?
        Bukankan AL-QUR’AN dan HADITS mempunyai KIASAN juga?

        Di mana dalil mereka, yang mengatakan YADD itu perlu difahami dgn MAKNA ZHAHIRNYA (suatu anggota bagi jasad atau zat, yang membawa faham kejisiman) sedangkan dalam kaedah Bahasa Arab sendiri, ada konsep KIASAN dan dalam AL-QUR’AN sendiri menjelaskan bahwasanya, NASH2 MUTASYABIHAT ada TAKWIL-annya (makna lain selain daripada makna zhahirnya)?

        6 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
      • Satria Muda Ketika hanya ada Allah saja…@ maka diciptakanlah mahlug kemudian Allah bersemayam…@

        kemudian dimusnahkan,
        dan ketika hanya ada Allah saja…@ maka Allah berfirman: mana yang engkau sembah?

        6 jam yang lalu melalui seluler · Suka
      • Adnan Wae dasar abu abu,ahirnya semuanya jadi kelabu…

        5 jam yang lalu · Suka · 1
      • Kang Habib alhamdulillah sy mendapat pemaparan yg jelas dan gamlang dr abu faza… Keyakinan abu faza ini patut di apresiasi dan di hormati bukannya di obok”… Sukron abu faza… Smoga jd ladang ibadah… Tambahan.. Hargai juga yg punya pemaha

        4 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 4
      • Abu Faza Afwan akhi Kang Habib,.,Aamiin,.,Allaahu Baarik Fiik,.,

        3 jam yang lalu · Suka · 1
      • Rwan Al Ga betul sekali ilmu yg mudah di pahami dari anda ya Ustazdi Abu Faza lanjutkan da’wahnya akhi untuk islam dan sunni barokallahu fik

        3 jam yang lalu · Suka · 1
      • Abu Faza Insya Allah ukh,.,Aamiin wa iyyaaki yaa ukhtii,.,

        3 jam yang lalu · Suka · 1
      • Rwan Al Ga الله يوفقك الهم امييييين

        2 jam yang lalu · Suka · 1
      • Satria Muda Aku kog gak di puji…@ hm dasar syech puji maunya yang aneh aneh saja

        2 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
      • Satria Muda Maunya yang 12 tahun kayak siti Aisyah. Hm bukan sunnah tuh tapi sahwat….@ bin hawa nafsu

        2 jam yang lalu melalui seluler · Suka
      • Rwan Al Ga setiap kata2 tlah di catat oleh pnjaga kanan dan kiri kita jdi bicaralah yg baik2 jngan intinya brmengejek sukron ustazd Satria Muda

        2 jam yang lalu · Suka
      • Satria Muda Setiap yang bernyawa akan merasakan mati…@ maka tinggallah amal buruk dan naiklah amal sholeh

        sekitar sejam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
      • Rwan Al Ga btl itu

      • Satria Muda Pada awalnya islam datang dalam keadaan asing. Dan akan kembali asing pula. Maka beruntunglah orang islam yang dianggap asing ditengah masyarakat jahiliah…@

        30 menit yang lalu melalui seluler · Suka
      • Rwan Al Ga alhmdllah

Iklan
Kategori:Uncategorized

Pangeran Nayef di Mata Ulama Ahlussunnah !

SEMOGA ALLAH TA’ALA MERAHMATI AL-AMIR NAYIF BIN ABDUL AZIZ

Putra Mahkota Arab Saudi, Nayef bin Abdulaziz al-Saud meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Jenewa, Swiss, Sabtu (16/6) setelah berjuang dari penyakit yang dideritanya selama beberapa bulan.
“Pangeran Nayef, 79 tahun yang baru-baru ini berada di luar negeri untuk perawatan medis, telah meninggal dunia di luar kerajaan,” lapor televisi Al-Ekhbariyah, mengutip pernyataan dari pengadilan kerajaan, Sabtu (16/6) sore waktu setempat.

Pangeran Nayef di Mata Ulama Ahlussunnah!

Sepeninggal pangeran Nayif bin Abdul Aziz Rohimahulloh, muncul berita-berita miring tentang beliau. Bahkan salah satu situs berita Islam Indonesia memberitakan dengan bahasa yang tidak layak diucapkan oleh seorang muslim, bukannya mengucapkan Istirja’, malah mereka berbahagia dengan mengucapkan: “Alhamdulillah wallahu akbar! Putra mahkota Arab Saudi dan tangan kanan AS itu meninggal di RS Jenewa.” Mereka menganggap bahwa Pangeran Nayif adalah seorang yang bengis, kejam, banyak menyakiti hati kaum muslimin dan segala hujatan yang sangat tidak layak dilontarkan kepada beliau rohimahulloh.

Lalu bagaimana tanggapan para ulama Ahlussunnah tentang wafatnya beliau?

Di dalam sebuah Forum, Syaikh Ali Hasan Al-Halabi mengatakan: “Allah berhak mengambil , Allah berhak memberi, Setiap apa yang ada di sisi-Nya telah ditentukan waktunya , Allah juga yang akan memberikan gantinya, Dan hanya Allah-lah tempat berlindung. Sesungguhnya wafatnya Al Amir Nayif bin Abdul Aziz rohimahullah adalah sebuah kerugian besar akan tetapi kita ridho terhadap ketentuan Allah. Beliau adalah pribadi yang sangat faham terhadap dakwah salafiyyah yang penuh berkah, faham akan manhaj dakwah salafiyyah yang wasath, manhaj yang murni yang haq serta lurus, beliau sangat faham terhadap para ulama’ dakwah salafiyyah yang robbani yang sholih. Beliau juga mewasiatkan agar senantiasa berbuat baik terhadap para ulama dakwah salafiyyah, menjaga mereka serta mengikuti arahan-arahan mereka. Maka atas dasar itu beliau memahami secara rinci masalah takfir (pengkafiran) dan terorisme, beliau juga mengetahui metode yang tepat untuk memberantasnya.” Bisa dilihat disini: http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=39034

Masih di dalam forum tersebut diberitakan bahwa Syaikh Al ‘Allamah Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rohimahulloh mengatakan : “Kami datang ke kota Jeddah dan kami disambut di hotel Hamro’ oleh Al Amir Nayif bin Abdul Aziz selaku mentri dalam negri, semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan, dan beliau sangat memuliakan kami semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan.

Setelah itu aku (Syaikh Muqbil) menginginkan untuk bertemu dengan beliau, alhamdulillah pertemuan yang sangat menyenangkan dengan seorang lelaki yang cerdas. Dan ketika aku berbicara dengannya tentang masalah ilmu syar’i aku mendapati ilmunya lumayan Alhamdulillah.

Setelah itu ia mengatakan kepadaku : Negara mana yang engkau inginkan untuk berobat, kami yang akan mengurus segala sesuatunya, dan aku tidak memiliki wewenang untuk memilih.
Aku (Syaikh Muqbil) mengatakan : Kamu saja yang memilih.

Maka kemudian ia memilih Negara Amerika karena amerika sangat maju di dalam pengobatan penyakit jantung ”

Asy Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh (Mufti kerajaan Saudi Arabia) berkata : Kita memohon kepada Allah untuk Al Amir Nayif bin Abdul Aziz rohimahulloh agar menganugerahkan kepada beliau rohmat, ampunan serta surga na’im. Dahulunya beliau memiliki jasa baik yang besar yang tidak tersembunyi atas siapapun semenjak beliau menjadi pemimpin di Riyadh sampai menjadi menteri dalam negri dan sampai menjadi putra mahkota kerajaan Saudi Arabia.

Beliau telah mengerahkan segenap daya dan upaya untuk mewujudkan keamanan, ketentraman, membela kewibawaan negara, menjaga keamanan para jama’ah haji serta memutus makar jahat yang dilakukan oleh orang-orang yang berbuat rusak, para pemberontak, dan para pelaku dosa. Semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan atas jasa yang beliau persembahkan bagi kita, bagi bangsa arab serta kaum muslimin secara umum. Beliau memiliki jasa yang besar yang tidak tersembunyi atas semua orang dan kita tidak akan melupakan jasa-jasa beliau. Beliau telah berupaya keras demi untuk mewujudkan kemanan dan ketentraman, semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan atas jasa baik yang beliau persembahkan bagi umat ini.

Berkata Syaikh DR Shalih bin Humaid (Imam & Khatib di masjidil haram serta anggota Hai’ah Kibarul Ulama’) berkata : “Tidak diragukan lagi bahwa wafatnya Al Amir Nayif bin Abdul Aziz rohimahullah merupakan musibah besar bagi negara-negara Arab serta negara-negara Islam secara umum. Beliau termasuk punggawa kerajaan yang pernah bertemu dengan semua raja Saudi.

Dan beliau sebagai tangan kanan “Pelayan Dua Kota Suci”, sejak masih muda beliau telah menduduki posisi-posisi penting, maka beliau adalah negarawan papan atas khususnya beliau membawahi kementrian dalam negri serta sebagai putra mahkota kerajaan Saudi. Ketika Negara mengalami masa-masa sulit beliau adalah sebaik-baik tokoh yang dengannya Allah menjaga Negara ini.

Dan sudah ma’lum beliau ini memiliki kedudukan tinggi dalam pemikiran-pemikiran cemerlang beliau, dalam politik beliau, serta sangat bersemangat untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan Negara dan rakyat. Beliau semasa hidupnya juga menjadi ketua panitia pelaksanaan haji (Bisa dibilang seluruh jama’ah haji diseluruh dunia berhutang budi kepada beliau-pent), beliau memiliki jasa-jasa besar di dalam mewujudkan suksesnya pelaksanaan ibadah haji selama beliau menjabat tugas ini.

Beliau juga dikenal memiliki ide-ide yang cemerlang serta penjagaan terhadap kemaslahatan Negara di departemen agama, peradilan, politik dan pendidikan.

Tidak diragukan bahwa beliau adalah pemimpin besar, akan tetapi kita memuji Allah subhanahu wa ta’ala atas qodho’ dan qodarnya, dan kita serta keluarga kerajaan menyampaikan ta’ziyah atas wafatnya seorang tokoh besar serta pribadi yang mulia ini. Kita memohon agar sepeninggal beliau keadaan tetap baik dan kita semoga Allah menganugerahkan kepada kita kesabaran atas wafatnya beliau.”

Berkata Syaikh Abdul Latif Alu Syaikh (Ketua Haiah Amar Ma’ruf Nahi Munkar) : “Kita kehilangan seorang pribadi yang agung yang tercermin dalam diri Al Amir Nayif bin Abdul Aziz rahimahullah, ini adalah musibah yang besar. Umat islam secara umum, bangsa arab serta Negara Saudi secara khusus merasa kehilangan dengan wafatnya beliau.”

Beliau memiliki jasa besar dalam mewujudkan keamanan Negara, beliau juga dikenal gigih dalam memerangi kejahatan, orang-orang yang berbuat kerusakan. Beliau juga dikenal gigih dalam menebarkan dakwah islam keberbagai penjuru dunia, dikenal menjaga keamanan (setelah Allah tentunya) di masa-masa sulit, sampai Negara kita ini dijadikan icon keamanan. Beliau juga dikenal memiliki pandangan yang jauh, hikmah dan kasih saying dan beliau sangat tegas di dalam mewujudkan keadilan.

Beliau juga memiliki andil besar di dalam membangun masjid-masjid, menebarkan ilmu-ilmu syariat, mencetak kitab-kitab serta menyokong bangsa. Beliau mengorbankan kesehatan serta kesungguhan beliau untuk Negara dan bangsa.

Sampai di hari-hari terakhir beliau masih ikut serta menjaga negara ini dan bersemangat menjaga ketentramannya.
Beliau dikenal memiliki sifat adil, beliau juga memiliki sifat yang tegas di dalam memerangi kejahatan dan tindak terorisme, menolong orang-orang miskin dan janda-janda tua. Beliau juga dikenal cerdas, punya pandangan politik yang cemerlang serta menyokong intellijen Negara”.

Harapan kami untuk Raja Abdullah bin Abdul Aziz, saudara-saudara serta anak-anaknya untuk melanjutkan perjuangan beliau. Dan saya tutup perkataan saya dengan firman Allah ta’ala, “Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (155) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. (QS Al Baqarah :155-156)”.

Demikianlah pujian para ulama besar terhadap Al Amir Nayif bin Abdul Aziz rohimahulloh, serta masih banyak lagi para ulama’ lain yang menyatakan hal serupa, diantaranya Syaikh Abdullah bin Sulaiman Al Mani’ (Anggota Haiah Kibarul Ulama’), Syaikh DR Abbas Al Hakami (Anggota Haiah Kibarul Ulama’), Syaikh Abdul Aziz bin Hamin (Mantan ketua Haiah Amar Ma’ruf Nahi Munkar)., Syaikh DR Muhammad Al Isa, Syaikh Prof. DR Muhammad bin Ali (Rektor Universitas Islam Madinah) dan lain-lain banyak sekali. Bisa dilihat disini: http://www.alsharq.net.sa/2012/06/17/349472

Inilah ungkapan para ulama Ahlussunnah tentang wafatnya Pangeran Nayif. Adapun orang-orang yang menghujat beliau disebabkan beliau rohimahulloh banyak membantah pemikiran Khowarij yang membuat keresahan berupa teror , kekacauan, pengeboman dan penghalalan darah kaum muslimin serta mereka menyimpan dendam yang mendalam kepada Negara pembela tauhid dan sunnah Nabi, Saudi Arabia. (bms)

Sumber Tulisan:

http://www.gemaislam.com/index.php/berita/arab-news/261-pangeran-nayif-di-mata-ulama-ahlussunnah

Tambahan:

SEMOGA ALLAH TA’ALA MERAHMATI AL-AMIR NAYIF BIN ABDUL AZIZ

Kematian beliau menyingkap kedengkian yang ada di dalam dada Ahlul Bid’ah, khususnya dari kalangan Sufiyah, Khawarij dan Syi’ah Bahrain terhadap Ahlus Sunnah.

Tahukah Anda, negeri Bahrain beberapa bulan yang lalu hampir saja jatuh ke tangan pemberontak Syi’ah yang didukung oleh Iran, kalaulah bukan Allah ta’ala yang menolong kaum muslimin, kemudian Al-Amir Nayif bin Abdul Aziz rahimahullah mengirim tentara Ahlus Sunnah dari Saudi, niscaya kaum Syi’ah telah membantai kaum muslimin di Bahrain.

Tidak heran jika kaum Syi’ah Bahrain dan Iran di media-media mereka menyatakan kegembiraan atas kematian beliau rahimahullah.

Jasa beliau yang juga sangat besar terhadap kaum muslimin adalah PEMBERANTASAN KHAWARIJ MU-JAHILIN, MUJAHID DI JALAN SETAN dari Al-Haramain dan seluruh Saudi.

Tidak heran jika website berpaham Khawarij: TidakRahmah.Com juga menyatakan kegembiraannya atas kematian beliau rahimahullah. Kaum Sufi pun ikut senang dengan menyebarkan berita ini di media-media sosial dunia maya.

INILAH DIANTARA UCAPAN AL-AMIR NAYIF BIN ABDUL AZIZ RAHIMAHULLAH TIDAK LAMA SEBELUM BELIAU MENINGGAL DUNIA:

فإن هذه الدولة المباركة، قامت على المنهج السلفي السوّي منذ تأسيسها على يد محمد بن سعود وتعاهده مع الإمام محمد بن عبد الوهاب-رحمهما الله-، ولا تزال إلى يومنا هذا بفضل الله وهي تعتز بذلك

“Sesungguhnya negara yang penuh berkah ini tegak di atas manhaj Salaf yang lurus sejak dibangun oleh Muhammad bin Su’ud dan perjanjiannya dengan Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab -semoga Allah ta’ala merahmati keduanya-. Dan dengan keutamaan dari Allah ta’ala sampai hari ini negeri ini mulia dengan manhaj Salaf.” [Dari Sahab]

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Shalih bin Fauzan hafizhahullah mengomentari ucapan beliau dalam sebuah makalah berjudul:

نعم نحن سلفيون ولن نزال بإذن الله

“Ya, kami pengikut Salaf (Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan sahabat), dan tetap akan terus seperti itu dengan izin Allah ta’ala.” [http://www.sahab.net/home/?p=622]

Sebagai manusia, tentunya beliau memiliki banyak kesalahan dan kekhilafan, dan kewajiban kita sebagai kaum muslimin mendoakan saudara kita yang telah meninggal dunia agar diampuni dan dirahmati oleh Allah ta’ala.

Sumber Tulisan: http://www.facebook.com/SofyanRuray/posts/485633368120524

Kategori:Uncategorized

Sunnahkah Adzan dan Iqamat saat Menguburkan Jenazah …???

Adzan dan Iqamat saat Menguburkan Jenazah. Sunnahkah…???

Terdapat hadits yang berbunyi,

“Mayit masih mendengar adzan selama kuburnya belum ditimbun tanah.” [HR. Ad-Dailami dalam Musnad Al-Firdaus dari Ibnu Mas’ud]

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata,

“Sanadnya bathil, karena ia termasuk riwayat Muhammad bin Al-Qasim Ath-Thayakani, di mana dia telah dicap sebagai pemalsu hadits.” [At-Talkhish Al-Habir/792]

Perkataan Ibnu Hajar ini dinukil oleh Asy-Syaukani dalam Nailul Authar dan Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi.

Hadits ini dimasukkan sebagai hadits maudhu’ oleh Ibnul Jauzi dalam Al-Maudhu’at dan As-Suyuthi dalam Al-La`ali Al-Mashnu’ah.

Ibnul jauzi berkata tentang (sanad) hadits ini, “Ini adalah hadits maudhu’ (palsu/dibuat-buat) atas Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang di dalamnya terdapat beberapa masalah. Adapun Al-Hasan, dia tidak mendengar dari Ibnu Mas’ud. Sedangkan Katsir bin Syinzhir, Yahya berkata; Dia bukan apa-apa.

Sementara Abu Muqatil, kata Ibnu Mahdi; Demi Allah, tidak halal riwayat darinya. Meski begitu, yang tertuduh sebagai pemalsu hadits ini adalah Muhammad bin Al-Qasim, karena dia terkenal dalam barisan para pendusta dan pemalsu hadits. Abu Abdillah Al-Hakim berkata; Dia itu memalsu hadits.” [Al-Maudhu’at III/238]

Dalam Al-La`ali Al-Mashnu’ah [II/365], Jalaluddin As-Suyuthi mengatakan kurang lebih sama dengan yang dikatakan Ibnul Jauzi.

1. Menurut madzhab Hanafi

Ibnu Abidin berkata,

“Bahwasanya tidak disunnahkan adzan ketika memasukkan mayit ke dalam kuburnya sebagaimana yang biasa dilakukan sekarang.” [Hasyiyah Raddil Muhtar II/255]

2. Madzhab Maliki

Disebutkan dalam “Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Asy-Syaikh Khalil” :

“Dan (disebutkan) dalam Fatawa al-Ashbahi; Apakah terdapat khabar (hadits) dalam masalah adzan dan iqamat saat memasukkan mayit ke kubur? Jawabnya; Saya tidak mengetahui adanya khabar maupun atsar dalam hal ini kecuali apa yang diceritakan dari sebagian muta`akhirin. Dan barangkali ia adalah analogi dari disukainya adzan dan iqamat di telinga bayi yang baru lahir. Sebab, kelahiran adalah awal keluar ke dunia, sementara ini (kematian) adalah awal keluar dari dunia. Tetapi ada kelemahan dalam hal ini, karena yang semacam ini tidak bisa dijadikan pegangan kecuali dengan cara tauqifi.”

3. Madzhab Syafi’i

Ad-Dimyathi berkata,

“Ketahuilah, sesungguhnya tidak disunnahkan adzan pada saat (mayit) dimasukkan ke kubur, berbeda dengan orang yang mengatakan demikian karena mengqiyaskan keluarnya (seseorang) dari dunia dengan masuknya (seseorang) ke dalam dunia.” [I’anatuth Thalibin I/268]

Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili berkata dalam bab adzan untuk selain shalat,

“Dan tidak disunnahkan (adzan) pada saat memasukkan mayit ke dalam kubur, menurut pendapat yang kuat dalam madzhab Syafi’i.” [Al-Fiqh Al-Islamiy wa Adillatuh]

4. Madzhab Hambali

Ibnu Qudamah berkata,

“Umat sepakat bahwa adzan dan iqamat disyariatkan untuk shalat lima waktu dan keduanya tidak disyariatkan untuk selain shalat lima waktu, karena maksudnya adalah untuk pemberitahuan (masuknya) waktu shalat fardhu kepada orang-orang. Dan ini tidak terdapat pada selainnya.” [Asy-Syarh Al-Kabir I/388]

5. Lajnah Daimah

Disebutkan dalam salah satu fatwa Lajnah Da`imah Saudi Arabia:

“Tidak boleh adzan maupun iqamat di pemakaman, baik setelah menguburkan mayit maupun sebelumnya, karena itu adalah bid’ah muhdatsah (yang diada-adakan).” [fatwa nomor 3549]

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami ditanya:“Apa hukum adzan dan iqamat ketika menutup liang lahat?”

Al-Haitami menjawab;

“Itu bid’ah. Barangsiapa yang menganggap bahwa itu sunnah ketika menurunkan (mayit) ke kuburan karena menganalogikan dengan dianjurkannya bagi bayi yang baru lahir, di mana perkara terakhir mengikuti permulaannya; maka dia tidak benar.”
Wallahu’alam

Kategori:Uncategorized

WAHHABI (Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah)

Mengenal Wahabi

Wahabi adalah  sebuah nama yang dinisbahkan atau di hubungkan ataupun dikaitkan dengan Muhammad ibn Abdul Al – Wahhab yang lahir pada tahun (1701 – 1793M) yang diperuntukkan bagi pengikut beliau. Gelar atau sebutan wahabi tersebut tidaklah di buat sendiri oleh kelompok ataupun pengikut gerakan dakwah Muhammad ibn Abdul Al – Wahhab, melainkan yang memberi sebutan tersebut adalah orang – orang yang berada diluar kelompok tersebut, yang tidak menyukai cara berdakwahnya Muhammad ibn Abdul Al – Wahhab, karena pada masa itu terjadi rifalitas dalam berda’wah.

Pengambilan nama Wahabi sendiri diambil dari nama bapaknya Muhammad Ibn Abdul Al – Wahhab, yakni Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Ali bin Ahmad bin Rasyid bin Buraid. Sebenarnya siapakah Muhammad ibn Abdul Al – Wahhab yang di isu kan merupakan seseorang yang menyebarkan aliran sesat. berikut adalah riwayat hidup beliau Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab dilahirkan pada tahun 1115 H (1701 M) di kampung Uyainah di Najd, berada lebih kurang 70 km arah barat laut kota Riyadh, ibukota Arab Saudi saat ini. Beliaupun  tumbuh dan dibesarkan dalam keluarga terpelajar. Ayahnya adalah seorang tokoh agama di lingkungannya. Sedangkan abangnya adalah seorang qadhi (mufti besar), tempat di mana masyarakat Najd menanyakan segala sesuatu masalah yang bersangkutan dengan agama.

 

Sebagaimana lazimnya keluarga ulama, maka Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab sejak masih kanak-kanak telah dididik dengan pendidikan agama yang diajar sendiri oleh ayahnya, Syeikh Abdul Wahhab. Berkat bimbingan kedua orangtuanya, ditambah dengan kecerdasan otak dan kerajinannya, Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab berhasil menghafal 30 juz al-Quran sebelum ia berusia sepuluh tahun. Setelah itu, beliau diserahkan oleh orangtuanya kepada para ulama setempat sebelum akhirnya mereka mengirimnya untuk belajar ke luar daerah.

Sejak kecil beliau terlihat kepintaran dan kecerdasannya, beliau merupakan sosok yang rajin belajar, dan menulis, sehingga  ayahnya senantiasa memuji dia karna dia rajin dan pintar. Ketika umurnya memasuki 12 tahun Muhammad ibn Abdul Al – Wahhab menikah dan beliau jadi imam karena sudah baligh. Ketika dikirim keluar daerah beliau banyak mempelajari ilmu – ilmu fiqih, sehingga sang ayahpun banyak belajar dan mendapatkan banyak ilmu yang belum diketahui oleh sang ayah.

Beliau adalah sosok yang memiliki ingatan dan hafalan yang kuat, ketika ilmu yang dia miliki telah cukup banyak, maka beliau memulai berda’wah dalam menegakkan amal ma’ruf nahi mungkar, meluruskan tauhid justru dikatakan membawa aliran sesat, yang dituduhkan kepada Muhammad ibn Abdul Al-Wahhab,berikut adalah beberapa tuduhan atau fitnah yang dilontarkan kepada beliau :

  1. Bahwa saya mengingkari kitab-kitab mazhab yang empat.
  2. Bahwa saya mengatakan bahwa manusia semenjak enam ratus tahun lalu sudah tidak lagi memiliki ilmu.
  3. Bahwa saya mengaku sebagai mujtahid.
  4. Bahwa saya mengatakan bahwa perbedaan pendapat antara ulama adalah bencana.
  5. Bahwa saya mengkafirkan orang yang bertawasul dengan orang – orang sholeh.
  6. Bahwa saya pernah berkata ” Jika saya mampu, saya akan runtuhkan kubah yang ada di atas kuburan Rasululllah Shollahu ‘alaihi wa sallam.”
  7. Bahwa saya pernah berkata ” Jika saya mampu saya akan ganti pancuran ka’bah dengan pancuran kayu “
  8. Tidak suka bershalawat kepada nabi
  9. Mengharamkan dzikir
  10. Bahwa saya mengharamkan ziarah kubur
  11. Bahwa saya mengkafirkan orang bersumpah dengan selain Allah.

 

Beberapa hal diatas merupakan tuduhan yang dilontarkan kepada Muhammad Ibn Abdul Al – Wahhab, seorang ulama salafus shalih yang menjalankan da’wah dan menegakkan tauhid dikalangan ummat yang masih menyekutukan Allah. Pemfitnahan ini terjadi karena da’wah yang dilakukan beliau berjalan dengan baik, sehingga para kaum musrik yang masih menyembah selain kepada Allah kian membenci beliau, sehingga untuk menyerang da’wah beliau maka dimunculkanlah berbagai fitnah kepada beliau.

Saat ini wahabi dimata masyarakat dipandang sebuah aliran sesat, sehingga masyarakat kian menjadi takut dalam belajar agama, sehingga wahabi menjadi hal yang patut untuk dipelajari dan ditelusuri lebih lanjut. Gelar wahabi disebagian kalangan dijadikan sebagai alat dalam menolak kebenaran, untuk melarikan kepada manusia terhadap para ulama – ulama dan buku – buku yang mengajarkan kepada kebenaran.

Kini wahabi sangat banyak diperbincangkan, mulai dari para masyarakat awam hingga para ulama saat ini juga mengatakan bahwa wahabi ataupun ajaran yang dibawakan oleh Muhammad ibn Abdul Al – Wahhab merupakan aliran sesat. Padahal ajaran ataupun pokok – pokok landasan yang dibawakan beliau adalah sebuah pemurnian ajaran tauhid dari berbagai campuran syirik dan bid’ah. Hal ini akan nampak jelas bagi orang yang telah membaca dan mempelajari kitab-kitab beliau, begitu pula surat-surat yang pernah beliau tuliskan. Didalam sebuah surat yang beliau tujukan  kepada penduduk Qashim, beliau memaparkan mengenai aqidah beliau dengan jelas dan gamblang. Ringkasannya sebagaiamana berikut:

  1. Saya bersaksi kepada Allah dan kepada para malaikat yang hadir di sampingku serta kepada anda semua ;
  2. Saya bersaksi bahwa saya berkeyakinan sesuai dengan keyakinan golongan yang selamat yaitu Ahlussunnah wal jama’ah. Dari beriman kepada Allah dan kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab- Nya, para rasul-Nya. kepada hari berbangkit setelah mati, kepada taqdir baik dan buruk.
  3. Termasuk dalam beriman kepada Allah adalah beriman dengan sifatsifat- Nya yang terdapat dalam kitab-Nya dan sunnah rasul-Nya tanpa tahriif (merubah pengertiannya) dan tidak pula ta’tiil(mengingkarinya). Saya berkeyakinan bahwa tiada satupun yang menyerupai-Nya. Dan Allah itu Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
  4. Saya beriman bahwa Allah itu berbuat terhadap segala apa yang dikehendaki-Nya. tidak satupun yang terjadi kecuali atas kehendak- Nya. Tiada satupun yang keluar dari kehendak-Nya.
  5. Saya beriman dengan segala perkara yang diberitakan oleh NabiShollahu ‘alaihi wa sallam tentang apa yang akan terjadi setelah mati. Saya beriman dengan azab dan nikmat kubur, tentang akan dipertemukannya kembali antara ruh dan jasad. Kemudian manusia dibangkit menghadap Sang Pencipta sekalian alam, dalam keadaan tanpa sandal dan pakaian, serta dalam keadaan tidak berkhitan, matahari sangat dekat dengan mereka. Lalu amalan manusia akan ditimbang, serta catatan amalan mereka akan diberikan kepada masing-masing mereka. Sebagian mengambilnya dengan tangan kanan dan sebagian yang lain dengan tangan kiri.
  6. Saya beriman dengan haudh (telaga) Nabi kita MuhammadShollahualaihi wa sallam
  7. Saya beriman dengan shirat (jembatan) yang terbentang di atas neraka Jahanam. manusia melewatinya sesuai dengan amalan mereka masing-masing
  8. Saya beriman dengan syafa’at Nabi kita Muhammad Shollahu ‘alaihiwa sallam. Bahwa Dia adalah orang pertama sekali membersyafa’at. Orang yang mengingkari syafa’at adalah termasuk pelaku bid’ah dan sesat.
  9. Saya beriman dengan surga dan neraka. Dan keduanya telah ada sekarang. Serta keduanya tidak akan sirna.
  10. Saya beriman bahwa orang mukmin akan melihat Allah dalam surga kelak.
  11. Saya beriman bahwa Nabi kita Muhammad Shollahu ‘alaihi wa sallam adalah penutup segala nabi dan rasul. Tidak sah imanseseorang sampai ia beriman dengan kenabiannya dan kerasulannya.
  12. Saya mencintai para sahabat Rasul Shollahu ‘alaihi wa sallam. Begitu pula para keluarga beliau. Saya memuji mereka. Dan mendo’akan semoga Allah meridhai mereka. Saya menutup mulut dari membicarakan kejelekan dan perselisihan yang terjadi antara mereka.
  13. Saya mengakui karomah para wali Allah. Tetapi apa yang menjadi hak Allah tidak boleh diberikan kepada mereka. Tidak boleh meminta kepada mereka sesuatu yang tidak mampu melakukannya kecuali Allah.
  14. Saya tidak mengkafirkan seorangpun dari kalangan muslim yang melakukan dosa. Dan tidak pula mengeluarkan mereka dari lingkaran Islam.
  15. Saya berpandangan tentang wajibnya ta’at kepada para pemimpin kaum muslimin. baik yang berlaku adil maupun yang berbuat zalim. selama mereka tidak menyuruh kepada perbuatan maksiat.
  16. Saya berpandangan tentang wajibnya menjauhi para pelaku bid’ah. sampai ia bertaubat kepada Allah, Saya menilai mereka secara lahir. Adapun amalan hati mereka saya serahkan kepada Allah.
  17. Saya berkeyakinan bahwa iman itu terdiri dari; ucapan lidah, perbuatan anggota tubuh dan pengakuan dengan hati. Iman itu bertambah dengan keta’atan dan berkurang dengan kemaksiatan.

Dari beberapa paparan diatas telah mematahkan berbagai tuduhan dan fitnahan terhadap beliau yang tujuannya tidak hanya menjelek – jelekkan diri dan da’wah yang beliau ajarkan melainkan tujuan utama dari berbagai tuduhan tersebut untuk menghancurkan dan memecah belahkan umat islam didunia ini.

Dalam mencegah lebih lanjut terjadinya kekeliruan dalam menilai ajaran dan da’wah tauhid yang dibawakan oleh Muhammad ibn Abdul Al – Wahhab, maka perlu diluruskan kembali apa yang didituduhkan selam ini.berikut adalah beberapa hal yang mendasari kenapa harus diluruskan :

  1. Membela aqidah salaf (terdahulu). Pembelaan terhadap Muhammad ibn abdul wahhab dan para ulama bukan berarti kita fanatic kepada mereka, mereka juga manusia maka mereka juga bisa melakukan kesalahan, yang kita bela adalah ilmu dan da’wah yang mereka bawa bukan pribadi mereka. Karena ilmu yang mereka bawa berkutat pada ilmu sunah dan ajaran tauhid.
  2. Untuk membantah ahlul bid’ah. Orang yang membantah ahlul bid’ah adalah seorang yang berjihad dijalan Allah Aza Wajalla. Membantah ahlul bid’ah akan memberikan dampak kepada ummad karena lebih banyak yang terlibat didalamnya. Dalam membantah ahlul bid’ah harus didasari dengan ilmu.
  3. Untuk membela kehormatan ulama. Sesungguhnya Allah membela orang yang beriman, dan orang yang beriman itu salah satunya adalah ulama, sehingga kita perlu melakukan pembelaan terhadap ulama dalam isu – isu dan tuduhan yang ditujukan kepada para ulama.
  4. Agar masyarakat mengetahui hakekat dan kenyataan. Saat ini masyarakat telah digambarkan bahwa wahabi adalah sesuatu yang seram sehingga menakutkan masyarakat, kenapa menakutkan karena mereka menilai wahabi adalah mazhab baru, mazhab ke lima dari empat mazhab yang diakui. Sehingga hal ini perlu diluruskan dengan pembuktian – pembuktian yang kuat agar tidak terjadi perpecahan dan penolakan terhadap kebenaran dan ajaran tauhid.
  5. Untuk menyumbang ilmu dalam kehidupan ini. Dalam kehidupan ini agar tergolong menjadi orang – orang yang beruntung maka haruslah mengerjakan segala sesuatu yang bermanfaat, salah satunya adalah dengan menyumbang ilmu yang bermanfaat pula.

Inilah beberapa hal yang mendasari kenapa harus diluruskan agar masyarakat tidak lagi terprovokasi dan terpengaruh akan hal – hal yang tidak jelas akan kebenarannya, yang akan menjerumuskan manusia kepada kesesatan, yang akan menimbulkan perpecahan serta akan menutupkan diri dan hati mereka dalam menerima kebenaran. Bahwa ajaran dan da’wah yang dibawakan oleh Muhammad ibn Abdul Al- Wahhab bukanlah ajaran yang sesat dan menyesatkan.

 

Sumber :

http://www.markaz31.com/2011/11/aqiqah-surabaya_23.html

http://agungsulistyo.blogspot.com/2011/12/ternyata-mereka-keliru-menuduh-wahabi.html

http://qaulan-sadida.blogspot.com/2011/10/biografi-syaikh-muhammad-bin-abdul.html

http://us.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Meluruskan%20Sejarah%20Wahabi/Meluruskan%20Sejarah%20Wahabi.mp3?l=12

http://www.alquran-sunnah.com/download/e-book/file/201-menyingkap-mitos-wahhabi.html

http://199.91.152.149/jbtpk9ksmzhg/6j4pduo0b8ud6y2/Mengenal+Sosok+dan+Dakwah+Syaikh+Muhammad+bin+Abdul+Wahhab.pdf

Kategori:Uncategorized

KOK BID’AH

CAMKAN INI YA … ^^

“Kalian menganggap bahwa semua bid’ah itu dholalah (sesat), padahal kalian sendiri berbuat bid’ah,
»̶»̶❥main FB,
»̶»̶❥pake HP,
»̶»̶❥pake Mikrofon buat adzan,
»̶»̶❥naik haji pake pesawat..dll, 
yang semua itu tidak ada tuntunannya dalam Al Qur’an dan Hadits.

»̶»̶❥❥Kalau mau gak bid’ah, maka sono…. naik onta aja kalau pergi haji !”

MAKA KITA JAWAB :

Orang2 yang berkata seperti itu maka ia adalah orang JAHIL MURAKKAB (jahil kwadrat).
Semoga Allah memberi mereka hidayah diatas ilmu dan pemahaman yang benar.

Maka terhadap perkataan seperti itu, kita jawab dan kita berikan penjelasan :

Hukum :
❥sarana tergantung tujuan,
❥pemakaian teknologi juga tergantung tujuan, apakah dipakai dalam perkara yang halal/jaiz atau yang haram.
❥❥ Tidak ada bid’ah dalam agama untuk perkara penemuan manusia yang terkait dengan terus berkembangnya peradaban dan teknologi. Termasuk metodologi dalam berdakwah.

Berdakwah merupakan ibadah,

namun
❥sarana yang dipakai untuk berdakwah bukanlah bid’ah menurut ISTILAH AGAMA, seperti :
»̶»̶❥penggunaan microphone untuk pengeras suara,
»̶»̶❥ email sebagai pengganti surat-menyurat,
»̶»̶❥video ceramah dsb.
Dalam masalah dunia (peradaban dan teknologi), hukum asalnya adalah mubah (boleh), KECUALI ada dalil yang melarang atau mengharamkannya.

Adapun bid’ah,
❥ucapan itu telah disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alahi was salam, dimana dalam hadits beliau bersabda, potongan haditsnya adalah : “setiap bidah itu adalah sesat”. Begitu juga yang dipahami oleh para sahabat, imam mazhab yang 4 dan ulama-ulama lain yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya dengan baik.

Maka,
»̶»̶❥Motor atau Mobil buat ke masjid,
»̶»̶❥Pesawat terbang buat naik haji,
»̶»̶❥Hand Phone,
»̶»̶❥Komputer dan FB buat dakwah,
»̶»̶❥kertas buat nulis Qur’an dan hadits,
»̶»̶❥Sekolah Madrasah buat belajar agama,
»̶»̶❥microphone di masjid buat khutbah dll
»̶»̶❥❥adalah sarana/washillah untuk ibadah, BUKAN IBADAHNYA ITU SENDIRI.
»̶»̶❥❥❥Itu yang disebut dengan Mashlahatul Marsalah.

Sebab untuk urusan dunia,
❥yang menyangkut ilmu pengetahuan,
❥teknologi (apa saja),
❥dan peradaban manusia,
❥❥Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda dalam peristiwa penyilangan serbuk sari kurma yang sangat masyhur :

“Kamu lebih mengetahui tentang berbagai urusan duniamu”. [Hadits ini terdapat dalam Shahih Muslim (1366)]

JADI
benda-benda yang disebutkan diatas itu adalah urusan dunia yang merupakan hasil kemajuan peradaban manusia secara umum dan pengembangan teknologi seiring dengan berjalannya waktu, yang mana orang kafir juga menggunakannya, dan tidak ada kaitannya dengan agama secara langsung.
❥❥Sesuatu yang berhubungan dengan masalah duniawi, itu bukanlah bid’ah yang dimaksud oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Jadi , silahkan mau buat mikrofon masjid, pesawat buat pergi haji, software dll,

Akan tetapi
yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallaam larang di sini adalah :
❥❥segala macam perkara baru dalam bentuk amalan/keyakinan agama dan syari’at, entah itu amalan-amalan (Fi’liyah) maupun Ucapan (Qouliyah) baik mengurangi atau menambahkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
”Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu amalan dalam urusan agama yang bukan datang dari kami (Allah dan Rasul-Nya), maka tertolaklah amalnya itu”. (SHAHIH, riwayat Muslim Juz 5,133)

dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Dan jauhilah olehmu hal-hal (ciptaan) yang baru (dalam agama). Maka sesungguhnya setiap hal (ciptaan) baru (dalam agama) itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR Abu daud dan At-Tirmidzi, dia berkata Hadits hasan shahih).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, patuh dan taat walaupun dipimpin budak Habasyi, karena siapa yang masih hidup dari kalian maka akan melihat perselisihan yang banyak. Maka berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah pada Khulafaur Rasyidin yang memberi petunjuk berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan waspadalah terhadap perkara-perkara yang baru (yang diada-adakan) kepada hal-hal yang baru itu adalah kebid’ahan dan setiap kebid’ahan adalah kesesatan”. [SHAHIH. HR.Abu Dawud (4608), At-Tirmidziy (2676) dan Ibnu Majah (44,43),Al-Hakim (1/97)]

Wallahu a’lam.

Kategori:Uncategorized